Minggu, 30 Oktober 2011

Privasi dan Keamanan, Isu Hangat Cloud Computing

Privasi dan Keamanan, Isu Hangat Cloud Computing

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Masalah privasi dan keamanan jadi isu hangat yang tengah dibahas seputar implementasi Cloud Computing di Indonesia, yang tahun ini pasarnya diperkirakan mencapai Rp 2,1 triliun.

Menurut Direktur IT & Supply Telkom, Indra Utoyo, ada tujuh risiko yang mengemuka soal security di Cloud Computing. "Tujuh risiko itu adalah Privilege User Access, Regulatory Compliance, Data allocation, Data Secure, Recovery, Investigative support, dan terakhir Longterm Viability," ujarnya seperti dikutip dari live tweet @idcloudforum, Rabu (26/10/2011).

National Technology Officer di PT Microsoft Indonesia, Tony Seno Hartono, tak memungkiri bahwa faktor keamanan dan privasi menjadi dua dari empat isu terpenting seputar implementasi Cloud Computing di Indonesia, selain masalah keterbatasan akses internet dan keberadaan data itu sendiri.

"Jeleknya pengetahuan orang tentang keamanan di Internet menghantui adopsi Cloud Computing. Selain itu juga orang merasa lebih aman menyimpan data di komputer sendiri daripada di cloud. Padahal kenyataannya, data di cloud bisa jadi jauh lebih aman daripada data tersimpan di komputer sendiri," jelasnya.

Data, kata Tony, sejatinya bisa dipastikan lebih aman karena ada aturan yang mengharuskan setiap penyelenggara layanan Cloud Computing untuk patuh terhadap regulasi dan aturan yang terkait. Sebagai contoh, ISO 27002 yang merupakan standar praktik terbaik pada keamanan informasi yang bisa juga digunakan untuk menilai tingkat keamanan di suatu penyedia jasa layanan Cloud Computing.

Selain kekhawatiran akan faktor keamanan, privasi juga menjadi isu yang menjadi perhatian Microsoft. "Era social media mengubah kebiasaan orang dalam menangani privasi. Privasi menjadi sangat penting di Cloud Computing, karena tingkat privasi yang diinginkan setiap orang berbeda-beda. Dengan kemampuan privasi data, maka setiap orang bisa menentukan siapa yang berhak mengakses atau mengubah suatu informasi berdasarkan identifikasi digital," papar Tony.

Sumber: detik.com

Sabtu, 22 Oktober 2011

bacaan hari ini

Sistem TI Sewa dari China

Tiga Cabang Bersikeras Menolak Pemenang Tender Sistem TI

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM

Jakarta, Kompas - Masalah sistem teknologi informasi serta alat pencatat waktu dan skor untuk SEA Games bisa dipecahkan dengan menyewa peralatan dan operator dari China. Peralatan beserta operator harus tiba secepatnya di Indonesia supaya siap dipakai di seluruh arena.

Seperti diberitakan, alat pencatat waktu dan skor dari perusahaan penyedia peralatan olahraga, Swiss Timing, yang dipakai di arena menembak, akuatik, dan atletik belum terintegrasi dengan sistem operasi perusahaan pemenang tender TI untuk SEA Games. Perusahaan pemenang tender TI, yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga, itu adalah perusahaan WSL asal Malaysia.

Adapun untuk 41 cabang lain masih diupayakan pengadaan alat pencatat waktu dan skor berikut sistem TI-nya.

Deputi I Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc) Bidang Sports and Venues Djoko Pramono, Kamis (20/10), mengutarakan, solusi masalah TI serta pencatatan waktu dan skor adalah menyewa peralatan dan operatornya sebanyak 200 orang dari perusahaan swasta di Beijing, China. Perusahaan itu berpengalaman menangani sistem TI serta pencatatan waktu dan skor di Asian Games. Sistem yang disewa dari China itu juga sudah terintegrasi dengan Swiss Timing.

Menurut Djoko, sistem TI serta peralatan pencatat waktu dan skor harus sudah terpasang di seluruh arena pada 4 November 2011.

"Mereka sanggup menyiapkan sistem TI serta peralatan pencatat waktu dan skor dalam waktu yang sempit. Namun, mereka mengajukan syarat, peralatan dan operator harus diangkut menggunakan pesawat. Sekarang permintaan pesawat itu sedang dibicarakan. Solusi sudah ada, tinggal keputusan para pemimpin, ya atau tidak," kata Djoko.

Menurut Djoko, seharusnya vendor yang menjadi pemenang tender adalah vendor yang memiliki kemampuan. "Sekarang waktu tinggal sedikit, tetapi vendor tidak menguasai," katanya.

Djoko mengungkapkan, pada Jumat ini di Palembang akan dilangsungkan uji coba mengintegrasikan alat pencatat waktu dan skor dari Swiss Timing dengan sistem operasi dari WSL.

"Menurut vendor, sistem operasi mereka bisa terintegrasi dengan Swiss Timing," ujar Djoko.

Tetap menolak

Tiga pengurus cabang olahraga, yang dipertandingkan di Palembang, bersikeras menolak perusahaan WSL jika perusahaan itu tak dapat mengintegrasikan sistem operasi dengan Swiss Timing yang digunakan di cabang akuatik, atletik, dan menembak.

"Integrasi sistem dengan Swiss Timing mutlak diperlukan agar hasil SEA Games tetap dapat digunakan untuk kualifikasi Olimpiade London 2012," kata Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumsel Ahmad Rizal, Kamis, di Palembang.

Menurut Rizal, PT Maxxima (perwakilan perusahaan WSL asal Malaysia yang memenangkan tender TI) meminta tiga syarat untuk dapat mengintegrasikan sistemnya dengan Swiss Timing, yaitu interface, database, dan protocol. Hal ini tak dapat diterima karena seharusnya ketiga syarat tersebut sudah ditanggung pemenang tender.

Sekretaris Umum PRSI Sumsel Johannes Indradjaja mengatakan, ketidakcocokan sistem akan membuat waktu dan skor pertandingan tidak terpampang langsung di arena dan bahkan tak dapat disiarkan langsung. Padahal, keduanya merupakan syarat untuk penilaian kualifikasi Olimpiade London 2012.

Dapat atau tidaknya kedua sistem tersebut terintegrasi akan dipastikan Jumat ini melalui pertemuan antara Swiss Timing, WSL, dan para pengurus cabang olahraga. "Jika ternyata tidak dapat digunakan, kami siap gunakan alternatif lain, jika perlu mungkin menyewa perusahaan lain," ujar Sekretaris Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesi Sumsel Zulfaini M Ropi.

Sekretaris Umum Perbakin Sumsel Dolok Saribu mengatakan, cabang olahraga menembak membutuhkan pengukuran yang sangat teliti. Nilai petembak dan petembak lainnya bisa terpaut satu atau dua angka di belakang koma. Karena itu, sistem Swiss Timing sangat diperlukan karena mempunyai ketelitian yang sangat tinggi. (IRE/WAD)

Sumber: Kompas.com

>> miris

artikel hari ini

Konsumsi BBM Dibatasi, 254 Mikrolet M-01 Dipasang Alat Kendali

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memasang alat kendali (RFID/Radio Frequency Identification) BBM bersubsidi di 254 mikrolet trayek Kp. Melayu-Senen M-01. Rencananya, pemerintah akan memasang RFID tersebut ke beberapa kendaraan umum di wilayah Jawa dan Bali.

Demikian disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo dalam Sosialisasi Penggunaan RFID di Terminal Bus Senen, Jakarta, Kamis (20/10/2011).

"Hari ini kita memasang ke 254 unit mikrolet. Rencananya Kementerian ESDM akan menambah di beberapa kota-kota besar yang berada di Jawa Bali 2012 nanti," katanya.

Sebelumnya, pemasangan alat deteksi ini sudah dilakukan pada 50 unit mikrolet M-01 dan satu SPBU di wilayah Matraman.

Kali ini pemerintah berencana memasang 300 alat kendali kepada 300 angkutan umum yang melintasi SPBU yang telah dipasang detektor RFID yakni di SPBU Jatinegara Timur, Jatinegara Barat, dan dua SPBU di Matraman.

"Kuotanya saat ini masih 50 liter per hari, tapi nanti akan ada penyesuaian sesuai dengan kebutuhan. Nanti angkutan umum tidak akan bisa mengisi premium di luar kota yang ditetapkan ," tutur Evita.

Karena, ke depannya pihaknya berencana menerapkan RFID ini di beberapa kota seperti Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Di kota besar tersebut, minimal akan dipasangi deyektor RFID ke lima SPBU yang ada di masing-masing kota. Ditargetkan pula sebanyak seribu angkutan.

"Kami targetkan pada Agustus 2012 nanti sudah mulai dipasang, ini memang lama karena menggunakan proses lelang dahulu," tambah Evita.

Lewat pemasangan RFID ini maka pemerintah mudah melakukan pengawasan dan menyalurkan BBM bersubsidi khususnya premium. Sedangkan, angkutan umum yang dipasangi alat deteksi tersebut hanya bisa mengisi premium sesuai jatahnya.

Evita menambahkan, syarat bagi pengusaha angkutan umum yang ingin memakai alat RFID ini adalah dengan menunjukkan STNK, KIR, Surat Izin Usaha yang masih berlaku dan pengusaha mendapatkan alat deteksi premium.

Sumber: detik.com

Senin, 17 Oktober 2011

Artikel lain tentang menjerat pencurian Pulsa

Seperti Apa Aturan yang Menjerat 'Pencuri Pulsa'?

Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Kasus pencurian pulsa makin menjadi-jadi, keluhan dari masyarakat pun muncul bertubi-tubi. Sebenarnya, seperti apa sih peraturannya?

Peraturan soal 'pencurian pusa' bisa dilihat dari Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika No 1 Tahun 2009 tentang 'Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan Pengiriman Jasa Pesan Singkat ke Banyak Tujuan'.Permen itu akrab disebut Permen SMS Premium.

Dua Mekanisme

Dalam Permen SMS Premium memang diatur adanya dua mekanisme yang bisa digunakan Content Provider (CP) pada penggunanya, yaitu Berlangganan dan Tidak Berlangganan.

Tapi jangan salah, keduanya mewajibkan adanya permintaan aktif dari pelanggan sebelum pulsanya dipotong.

Mekanisme berlangganan (Pasal 8) adalah untuk konten yang dikirimkan secara rutin, sedangkan mekanisme tidak berlangganan (Pasal 9) adalah untuk konten yang dikirim sesuai permintaan saja.

Nah, dari situ saja seharusnya sudah jelas bahwa CP tidak boleh memaksa penggunanya berlangganan atau menerima SMS Premium yang memotong pulsa.

Berhenti Berlangganan

Bagaimana kalau mau berhenti berlangganan? Pasal 14 ayat 1 peraturan itu menyebutkan: "Permintaan berhenti berlangganan (deregistrasi/deaktivasi) dapat dilakukan sekurang-kurangnya melalui SMS, MMS atau melalui Call Centre."

Nah di Ayat 2-nya, CP juga wajib menginformasikan cara berhenti berlangganan yang benar apabila pengguna meminta berhenti berlangganan secara tidak lengkap. Informasi ini tidak boleh dipungut biaya.

Kutipannya, sebagai berikut: "... penyelenggara pesan premium wajib menginformasikan melalui SMS atau MMS tanpa dikenakan biaya mengenai cara yang benar untuk berhenti berlangganan disertai informasi tentang jenis layanan yang pernah didaftarkan oleh pengguna dan nomor call centre yang dapat dihubungi."

Ganti Rugi

Lebih lanjut, di Bab III, Permen SMS Premium itu menjabarkan soal ganti rugi. Pasal 15 Permen itu jelas menyebutkan bahwa pengguna berhak mengajukan ganti rugi.

Di Pasal 16, disebutkan bahwa ganti rugi bisa dilakukan melalui pengadilan ataupun di luar pengadilan. Tata cara pengajuan dan penyelesaiannya tentu harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan

Nah, kepada siapa pengguna bisa mengadukan CP yang mencuri pulsa mereka? Adalah Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia yang bertanggungjawab melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan Permen SMS Premium tersebut.

Diharapkan, BRTI mampu menunjukkan taringnya dan memberikan sanksi yang setara pada penyedia CP yang terbukti melanggar aturan ini. Selain itu, BRTI seyogyanya juga bisa memaksa CP bermasalah untuk memberikan ganti rugi pada pelanggannya. Mari kita lihat, sejauh mana Permen ini bisa ditegakkan.

Seutuhnya, Permen itu bisa dibaca dan diunduh dalam bentuk PDF di Postel.go.id

Untuk pengaduan, silakan hubungi BRTI di Hotline 159

Sumber: detik.com

>> membaca artikel dan menonton JLC di TVOne sepertinya masih jauh panggangan dari api

Salah satu tokoh IT mengikuti Stave Jobs

Selamat jalan Mr. Denis
Salah satu tokoh IT dalam bidang pemrogramman


RIP Dennis M Ritchie, creator bahasa pemrograman C dan co-creator UNIX (bersama Ken Thompson, Brian Kernighan dll ketika sbg orang AT & T di labs Bell).
Orang IT lawas tentu tau C dan mungkin juga tahu mr Ritchie. Unix pun kemudian diadopsi + dikembangkan banyak institusi lain seperti IBM (AIX), HP (HP-UX), dll dan tentunya sekarang yg dikenal sebagai Linux .. Turut berduka, beribu terimakasih u sumbangsihmu mr Ritchie, tenanglah di alam sana ..

http://cm.bell-labs.com/who/dmr/

Artikel tentang SAP Business Intelligent

Sumber : KOMPUTER-TEKNOLOGI@yahoogroups.com
Naklukin SAP Business Intelligent: Buat pemilik adrenalin tinggi

Artikel ini dipublikasikan pertama kali pada Thu Aug 7, 2008 9:18 pm

Coba sampeyan iseng sekali-kali searching ke "Monster"
(www.monster.com). Itu tuh mesin pencari lowongan pekerjaan. Ketik
kata kunci SAP. Untuk di Jerman saja ada lebih dari 5.000 lowongan
kerja yang hari ini tersedia. Lalu disusul JAVA hampir 3.000,
Microsoft hampir 2.700, SQL 2.500 dan Oracle 2.000-an.

Dari lebih 5.000 lowongan tadi hampir 800 diantaranya khusus untuk
ahli SAP BW (Business Information Warehouse). Data Monster itu tidak
jauh berbeda untuk negara-2 Eropa lainnya dan Amrik. Pertanyaannya,
kenapa SAP BW begitu primadona? Begitu cantikkah dia sehingga si
penakluk SAP BW menjadi incaran?

XXX

Pak Dhe Inmon (baca: William H. Inmon) konon khabarnya pernah berpikir
untuk apa kita punya banyak catatan, data dan transaksi tapi kita
tidak tahu mana yang paling kita butuhkan?! Untuk apa data tapi tidak
bisa menampilkan informasi yang paling berguna buat pengambil
keputusan?! Lha untuk apa data seabrek-abrek tapi ndak tahu bagaimana
menggunakannya?! Buang-2 biaya aja! — mungkin begitu pikir si Pak
Dhe Inmon.

Akhirnya, Pak Dhe Inmon buat metoda yang dikenal Data Warehouse (DW).
Pokoknya semua data yang tersimpan; dari berbagai tipe, berbagai
sumber, berbagai system yang berceceran dimana-2, melalui jaringan
online ditumplekkan, plek jadi satu (bahase Jakarte-nye: integrasi)
lalu diproses untuk jadi gold informasi untuk pengambilan keputusan.

Itulah kerjaannya si Pak Dhe Inmon yang akhirnya kelak dikenal sebagai
Bapaknya konsep DW. Okya lupa, Proses njlimet dan njelehi tadi dikasih
nama OLAP: Online Analytical Processing.

XXX

Nah oleh perusahaan SAP AG yang ada di pedesaan Walldorf (bener-2 desa
lho, penduduknya cuma 15.000 orang tapi desa terkaya di Eropa), konsep
DW tadi dibuatin tool-nya. Trus dinamai: SAP BW (Business Information
Warehouse). Oleh si BW ini, ide Pak Dhe Inmon tentang Data Warehouse
diwujudkan menjadi nyata.

Semua data yang berceceran ndak karuan dalam jaringan perusahaan dari
berbagai:
(1) data base system (Oracle, SQL, DB2)
(2) type file dan dokumen (bangsanya "CSV" ato "XML", dll)
(3) standard software (model SAP system atau non SAP System,
ERP/Enterprise Resources Planning)
(4) Sumber System (JDBC, ODBO, dll)
dikumpulin jadi satu, lalu diolah pake OLAP sehingga dihasilkan
laporan yang konon katanya akurasinya lebih jitu dari ramalan Mama
Laurent, Ki Gendeng Pamungkas atau yang Abrakadabra se-tipenya.

Kok bisa? Yah karena SAP BW bisa melakukan impossible job itulah,
ngalahin mbah dhukun, maka harga proyek untuk implementasi SAP BW
mahalnya tiada terkira.

Okya, konon khabarnya masih banyak eksekutif di kampung melayu
tercinta, yang saat buat keputusan bingung, ndak tahu bagaimana
menggunakan data.

Jadi untung juga yah SAP BW itu mahal. Coba kalau murah maka semua
perusahaan pake SAP BW.
XXX

Tapi bagaimana sih sebenarnya cara kerja SAP BW itutuh…?

Gampang kok:

(1) Data yang berceceran dari berbagai type, jenis, data base dan
system tadi, oleh SAP BW disimpan dalam DataSource atau PSA (Persisten
Staging Area).

Meskipun datanya sudah terkumpul jadi satu dalam sistem SAP BW,
sayangnya masih acak-acakkan. Belum ada pengelompokan data menurut
klasifikasinya.

Contoh: Data yang dikumpulkan adalah data penjualan berbagai produk
(Pecel Lele dan Intel/Indomie pake Telur) di berbagai pasar
(Bringharjo, Klewer dan Tanah Abang).

Maka data yang ada di PSA kira-2 misalkan:
# data penjualan pecel lele dan intel (indomie pake telur) di Pasar
Bringharjo
# data penjulan pecel lele dan intel di Pasar Klewer
# data pecel Lele dan intel di Pasar Tanah Abang

(2) Lalu data dari berbagai sumber ndak karuan tersebut dipilah-2.
Proses pemilihannya menggunakan InfoObjekt. Objekt data yang sama akan
disatukan dalam satu InfoObjekt. Dalam SAP BW ada 2 jenis InfoObjekt
yaitu Attribute dan Key Performance Indicator (KPI).

Contoh:
Atribut Produk
Atribut buat Penjualan Pece Lele
Atribut buat Penjualan Intel
Atribut Pasar
Atribut Pasar Klewer
Atribut Pasar Bringharjo
Atribut Pasar Tanah Abang
Atribut Tahun Jualannya
KPI omset penjualan
KPI unit penjulan

(3) Setelah proses pemilahan selesai lalu data yang ada di DataSource
dipindahkan ke ODS-Object. ODS-Objekt itutuh adalah tempat penyimpanan
data yang telah dipilah-2 sesuai dengan Objekt-nya. Nah, di ODS-Objekt
ini data-2 yang awalanya ndak karuan sudah dirubah menjadi homogen.

Data yang tersimpang dalam ODS-Objekt adalah kombinasi Data Penjualan
Pecel Lele dan Intel di pasar Bringharjo, Klewer dan Tanah Abang dalam
file SAP BW.

Di ODS-Objekt inilah semua data tumplek-plek siap saji…

(4) Cuma karena data-nya banyak buanget dan tidak semua data
dibutuhkan maka perlu dibuat segmentasi atau bahasa kerennya DataMart.
Data dalam ODS-Objekt dipilah-pilah (di-segmentasi) sesuai kepentingan
dan disimpan dalam InfoCube.

Contoh:
InfoCube untuk Penjualan Pecel Lele di ketiga pasar
InfoCube untuk Penjualan Intel di ketiga pasar
InfoCube untuk Penjualan Pecel Lele dan Intel di Pasar Beringharjo
Dll, pokoknya terserah mau-2nya sampeyan aja deh berapa InfoCube yang
mau dibuat :D Yang penting bisa untuk mengambil keputusan akurat…

(5) Setelah itu dengan menggunakan Query Designer, informasi yang ada
di InfoCube dapat ditampilkan menjadi Laporan dalam file Excel Interaktif.

Contoh:
Laporan Penjualan Pecel Lele di Pasar Beringharjo, Klewer dan Tanah Abang
Laporan Penjualan Pecel Lele dan Intel di Pasar Klewer dan Tanah abang
Dsb, dsb…sekarepe sampeyan lah buatnya. Lha wong laporan-2 sampeyan
sendiri yah buat aja sesuka-sukanya. Gitu aja kok repot! :p

(6) Biar lebih keren sehingga bisa diakses secara online maka gunakan
dong yang mananya tool Web Application Designer. Dengan tool ajaib ini
laporan bisa disajikan dalam Web Explorer dan bisa diakses oleh mereka
yang berkepentingan dimanapun dengan menggunakan internet.

(7) Setelah itu yah sudah ambil keputusan; ekspansi atau ekspansi atau
ekspansi! Lha wong informasi sudah begitu akurat kok masih ragu ambil
keputusan. Kalau dengan informasi seakurat itu masih ragu dan kleru
juga ambil keputusan maka jangan salahkan SAP BW-nya, tapi itu saat
yang tepat buat sampeyan mengundurkan diri dari posisi eksekutif.
Alias sampeyan ndak becus jadi eksekutif ha…, ha… =))

XXX

Jadi, gampangkan menguasai SAP BW itu, iya ndak???
Upss bo'ong deng. Untuk memahami inchi demi inchi lekuk-lekuk eksotik
tubuh SAP BW, saya harus menamatkan lebih dari 15 modul trainning yang
tebal totalnya hampir 7.000 halaman.

Kalau mau belajar SAP mungkin link ini berguna:
http://www.4soi.de/online-pdfs.php
Kalau mau belajar SAP BW buat yang bisa B. Jerman maka link ini amat
sangat berguna:
http://www.phutter.de/
Salam,
Dari Lembah Sungai Spree

Ferizal Ramli
SAP Senior Consultant dan Project Manager
ACENT AG
10179 Berlin

Sebuah topik tentang Business Inteligence

Sumber : mailing list KOMPUTER-TEKNOLOGI@yahoogroups.com

Business Intelligence (BI)

Asyik juga nih diskusi tentang BI dengan Pro dan Kontra-nya. Pertama
biar nggak salah tangkep dulu. Saya benar-bener gelandangan bebas
dalam artian kerja untuk diri sendiri. Nggak punya kepentingan
mewakili vendor A, pro consulting company B, mewakili perusahaan C
dsb. Saya hanya punya ketertarikan dengan BI ini - nggak punya tujuan
untuk penetrate satu product tertentu.

Saya tertarik karena dari sejak 20 tahun lalu saya mulai menulis code
program saya yang pertama, tujuannya adalah provide information. Baik
untuk melakukan transaksi atau membuat keputusan. Dan konsep BI ini
menurut saya seolah merupakan bagian hilir dari itu semua. Sekarang
saya sedang tertarik mencoba BI Open Source - kalau ada rekan-rekan
yang tertarik, mari kita sama-sama mencoba, hasilnya bisa disebarkan
lewat Pak Syarwani. Kita buat BI for everyone - free lagi, productnya
nggak kalah jauh sama vendor-vendor besar.

Istilah BI sendiri entah itu dari vendor atau dari dunia pendidikan
saya tidak terlalu peduli. Mengapa? Karena istilah tersebut bagi saya
cukup mudah dan merangkum semua jargon-jargon yang menurut saya malah
membingungkan: ada Knowledge and Data Engineering, Decision Support
System, Executive Information System, Performance Scorecard, ETL,
Data Warehousing, Data Mining, dsb.

Sebelas tahun yang lalu saya pertama kali menggunakan Business Object
untuk keperluan Reporting dari satu ERP - saya hanya kenal namanya
report writer, bukan BI - walaupun canggih juga bisa pivoting kesana-
kemari. Istilah kerennya Multidimensional Analysis. Waktu itu saya
nggak pernah tahu istilah BI. Kurang gaul kah?

Setelah jalan beberapa tahun istilah BI makin populer. Saya coba
melihat apa itu BI, pengamatan saya solusi BI secara mudahnya
memiliki building block sebagai berikut:

1. Data Structure - data structure BI biasanya menganut Star Schema.
Dimana satu object data (FACT) bisa dipandang dari berbagai sudut
pandang (DIMENSION). Mis; Transaksi PO dilihat dari dimensi Product,
Vendor, dan Customer. Betul kata Pak Irsal - pivot excel. Kalau
design data kita nggak bisa dibuat pivot excel dengan mudah berati
design Star Schema kita pasti salah. Data structure ini cara
penyimpanannya berkembang, tujuannya satu - supaya retrieve datanya
cepat - maka keluarlah metoda penyimpanan dengan menggunakan Cube
(kalau pakai RDBMS biasa yah semacam summary table. Methoda ini bisa
dikenal dengan OLAP - ada Relational OLAP (ROLAP), Multidimensional
OLAP (MOLAP) atau Hybrid OLAP (HOLAP). Anda bisa cari di internet
konsepnya.

2. ETL - Extract Transfor Loading. Karena BI bisanya memadukan
informasi dari berbagai sumber informasi maka dibutuhkan satu engine
yang dapat menarik data dari sumbernya, merubah formatnya supaya
seragam (data tanggal harus sama, kode Customer harus sama dsb), lalu
dimasukkan ke dalam struktur data yang kita siapkan tadi sudah. Dari
jaman jebot kita sudah bisa melakukan ini. Misalnya: di Oracle pakai
aja PL/SQL, buat procedure lalu kita schedulekan jobnya. Iya kalau
sumber datanya satu, kalau banyak? Gimana dengan lintas platform -
data source di Unix data warehouse di Windows? - gimana kita ngontrol
sequence-nya, gimana kita tahu ada sequence yang fail, gimana kita
bisa restart dengan mudah? Biasanya solusi BI meng-cover ETL tool
ini. Ada juga beberapa vendor yang fokus produce ETL tool seperti
sunopsis misalnya.

3. Reporting Tool - Setelah data masuk paling gampang kita keluarkan
menjadi report. Entah itu report tabular atau charting. Yang ini juga
dari jaman jebot juga udah pada pakai. Ujung-ujungnya report.

4. Multidimensional Analysis (OLAP Analysis) - Memanfaatkan design
data yang ada di nomor 1 tadi dengan memberikan kemampuan kepada user
untuk melakukan analysis multidmensi. Seperti melakukan pivot table
dan pivot charting di excel mungkin penjelasan secara mudahnya.
Diatambah dengan statistik dan kemampuan untuk melakukan forecast
dengan memasukkan parameter-parameter tertentu vendor biasa
menyebutnya dengan data mining.

5. Drill Down dan Drill Through. Point 3 dan 4 tadi harus
memungkinkan user untuk melakukan drill down - membreakdown informasi
pada level yang lebih detail - misalnya dari summary pembelian
customer sampai product yang dibelingnya. Dan drill through - dari
data product tadi kita bisa click untuk mendapatkan trend dari setiap
product.

6. Dashboarding - Menampilkan informasi-informasi dalam bentuk
summary data. Biasanya populer dalam bentuk Chart yang dimana dengan
sekali melihat kita bisa tahu apa yang terjadi dengan business kita
dan bagaimana follow upnya.

7. Personalization - 3, 4, 5, 6 diatas akan percuma bila kita tidak
dapat melakukan personalisasi data. Kita akan kebanyakan informasi
yang mungkin tidak kita butuhkan. Kita seharusnya bisa memilih report
yang saya butuhkan a,b,c,d. Dashboard saya berisi informasi x,y,z.
Data-data yang tampil pada layar kita hanya data-data yang relevan
dengan pekerjaan dan tanggung jawab kita.

8. Alerting and Collaboration. Sistem BI kita hendaknya dapat
mengingatkan kita bila ada performance yang membutuhkan perhatian
kita. Kita dapat memasukkan action plan - menunjuk Person In Charge -
dan memonitor apakah action plan tersebut sudah terlaksana atau
belum. Hal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan e-mail, mobile
devices, dsb.

Apa lagi ya?? - Hal diatas mungkin merupakan standard BI. Diatasnya
masih dapat kita tempatkan aplikasi-aplikasi untuk mengelola strategy
seperti Balanced Scorecard/Corporate Performance Management. Ada yang
membuat productnya tersambung dengan BI seperti SAP SEM (Strategic
Enterprise Management), Oracle Balance Scorecard. Atau yang specific
dibuat untuk kebutuhan tsb seperti QPR dan PBView/Performance View.
Rekan-rekan ada yang tahu versi Open Source dari ini? Ini satu-
satunya part di Opensource BI yang saya belum dapatkan.

Menurut saya bila item-item diatas sudah terimplementasi baru kita
bilang saya sudah mengimplementasikan BI. Saya pernah melihat
beberapa company yang bilang sudah implementasi BI - yang ada hanya
OLAP Analysis Tool atau Reporting Tool saja. Ada juga vendor yang
bilang software saya sudah ada BI-nya, yang isinya cuma Report dan
Charting tool saja.

BI bagi saya sangat menarik karena menggabungkan pemahaman business
dengan database management. Di depan masih ada penggabungan BI dengan
Artificial Intelligent, Fuzzy Logic, Neural Network, dsb. Resultnya
bisa seperti Plant Intelligence System.

Satu yang masih harus saya jelaskan/diskusikan - mungkin. Saya masih
beranggapan bahwa implementasi BI ini tidak harus menunggu ERP
perfect. Saya akan coba tuliskan business case kecil, nanti kalau ada
waktu untuk hal ini. Mungkin di Industri saya yang Non Manufacturing,
dimana Value Chain-nya sangat sedikit terkait dengan ERP, hal diatas
relevan.

Pada Oil & Gas, Mining, dan Utilities ERP biasanya tidak mengcover
proses planning dan production. ERP hanya mengcover support
activities seperti Maintenance, Sparepart Inventory/Procurement, HR
dan Finance. Value Chain yang menjadi jantung produksi biasanya
dikelola dengan software-software yang spesifik untuk kebutuhan
planning dan production. BI akan mengambil data-data dari software-
software ini. Dalam banyak kasus biasanya terjadi dikotomi disini
Software-software plant dikelola oleh Plant Operation sedang kan
software business dikelola oleh MIS. Padahal informasi-nya bila
digabungkan akan menjadi sangat berguna.

Anyway - jargon ERP bahwa semua harus terintegrasi dalam satu
software package dalam beberapa tahun ke depan juga mungkin tidak
relevan lagi. Konsep Service Oriented Architecture (SOA)/Enterprise
Application Integration akan mempermudah kita menggabungkan informasi
dari berbagai software - semua akan menganut Open Architecture.
Setiap software akan menyediakan service dimana menurut kita software
tersebut terbaik dalam penyediaan service tersebut. Bisa saja terjadi
konfigurasi Maintenance pakai Maximo, FI/CO pakai SAP, purchasing
pakai Commerce One (?? Lupa namanya), CRM pakai Siebel, BI pakai
Business Objects - di dalam satu perusahaan. Pokoknya Campursari-lah
he..he..he..

Kalau sekarang kelihatannya makin susah tapi kalau melihat
Netweaver, Oracle Fusion, dan engine-engine integrasi seperti MS
Biztalk dan Web Method hal tersebut tidak akan jauh lagi.

Sorry kepanjangan - masih banyak lagi sebenarnya topik-topik BI yang
menarik untuk dijadikan bahan diskusi.

Helly Purwanto

Profil2 Perampokan Pulsa

Sumber : http://www.sableng.com/story/profil-perampok-pulsa-terus-merampok
Profil Perampok Pulsa Terus Merampok


SEBUTLAH nama salah satu penyelenggara Content Provident (CP) itu Munap. Usianya belum 40 tahun. Dengan pengetahuannya di bidang aplikasi lalu berpartrner bisnis dengan oknum sosok mantan dan pejabat polisi atau tentara, penegak hukum. Munap mendapatkan fasilitas penyelenggaraan CP, dalam bentuk short code empat angka, xxxx. Sebagaimana sudah saya sampaikan di Jakarta Lawyer Club Tvone, mendapatkan fasilitas short code itu juga bagian dari kolusi.

Bentuk “permainan” konten yang mereka lakukan antara lain, menyiapkan isi SMS seperti ini, “Dari 15 cewek yang ada di café …, 10 orang masih jomblo, kamu mau kenalan? Segera pencet bintang…”

Setelah ribut unreg berbayar dan tidak bisa dilakukan, akal-akalan pun dimainkan dengan memencet tanda bintang. Sesungguhnya memencet bintang adalah juga sms premium berbayar yang bisa langsung menyedort pulsa. Dari contoh pesan yang disampaikan pastilah yang disasar anak muda.

Sumber saya di sebuah aosiasi CP mengatakan, “Kini soal isi SMS-pun operator yang memberikan saran. Mereka punya target billing perhari, perbulan. Jadi banyak juga urusan akal-akalan ini diputuskan oleh operator sendiri. Kami CP tinggal menerimanya.” Agaknya kalimanya yang pas: tinggal menikmati.

Kedaan ini juga dimanfaatlan Munap, sosok yang saya paparkan. Ia bersama belasan kawannya di CP yang muda-muda itu bercita-cita. “Kita kumpulkan uang sebanyak-banyak untuk mencaleg 2014,” tuturnya ke genk-nya. Caleg yang dimaksudkannnya, adalah calon anggota legislatif alias menjadi wakil rakyat di DPR.

Tak tanggung-tanggung implementasi target itu. Dalam sebulan ia bisa mendapatkan pemasukan Rp 60 miliar. Dari mana uang sebanyak itu?

“Lebih dari Rp 60 miliar bisa Bang, “ kata sumber saya ini pula, “ Kita bisa meminta misalnya 3 juta nomor pemakai ke operator perhari untuk disedot pulsa. Oknum operator itu bisa memilihkan nomor pelanggan yang kebanyakan di daerah. Yang tidak mungkin melakukan complain. Lalu dalam sehari makan saja pulsanya Rp 2.000, maka sudah Rp 6 miliar. Jika CP dapat sepertiganya?”

Anda bisa menghitung sendiri berapa pemasukannya sebulan?

Maka urusan penampilan di jalanan Anda jangan tanya tongkrongan mobil apa yang dimiliki Munap. Sebutlah mobil sekelas Hardtop TJ Toyota yang berharga Rp 1,2 miliar hingga sedan Bentley dua pintu seharga diatas Rp 5 miliar, menghiasi garasi rumahnya di bilangan Jakarta Selatan. Bidin, anggap saja begitu nama teman sesama pebisnis sejenis, tak kalah beda. Begitu pula belasan lainnya yang saya ketahui langgamnya.

Hari begini, dengan sorotan publi yang tajam terhadap perampokan pulsa, Munap, Bidin, dan "genk" penyelenggara CP tidak merasa terganggu. “Bang, mereka baru saja ngumpul, urunan uang untuk diberikan ke oknum, agar msalah ini tidak berlanjut ke tingkat penyidikan tidak berlanjut berlanjut ke pengadilan.”

Hidup di ranah rampok seperti hari ini memang segalanya uang. Maka ketika pengalaman saya mendampingi Maria Lintong, Kamis pekan ini, melapor ke Polda Metro Jaya, laporannya tak langsung bisa diterima. “Saya harus membuat print kasus yang saya alami, baru melapor lagi,” uajara Maria.

Maka Maria mengaku pekan depan dengan ratusan publik yang dirugikan, mencoba berkonsultasi dengan pengacara yang peduli dan siap berjuang menang bagi publik.

Di ranah negara dengan hukum dan keadilan saat ini seakan dilingkupi jelaga mainan, apatah hasilnya upaya publik seperti yang dilakukan Feri, Maria dan lain melaporkan kasus perampokan ini? Apakah akan membawa hasil?

Apalagi di pekan ini negara seakan “break” ihwal reshuffle.

Badan Regulasi telekomunikai Indonesia (BRT) yang dibentuk seharusnya mewakili kepentingan publik, terindikasi sangat tajam justeru menjadi bagian perampokan ini. "Bahkan pimpinan BRTI ketika talkshow di sebuah televisi yang juga menampilkan pelapor Feri, di saat sesi break iklan bicara ke Feri: udah tak usah lapor, kamu pasti kalah!" Sumber saya geleng-geleng kepala.

Sehingga dengan menyimak kehidupan dan pola pikir Munap, Bidin dan pengusaha muda CP lainnya, lalu membayangkan ranah hukum dan keadilan di negeri ini, saya seakan berada di tengah kartel narkoba Kolumbia. Kehilangan kata melanjutkan tulisan ini.

Adakah negeri ini berpancasila? Selamat berakhir pekan

Iwan Piliang, Wartawan sableng.com

Esensi jurnalisme kerendah-hatian verifikasi

Pemberitaan tentang pencurian Pulsa

Konsumen Kian Resah akibat Pencurian Pulsa

Jakarta, kompas - Pengaduan pelanggan nomor telepon seluler yang dicuri
pulsanya semakin banyak. Hingga Senin (3/10), Posko Pengaduan Pencurian
Pulsa yang didirikan Lingkar Studi Mahasiswa Jakarta menerima lebih dari 400
laporan.
Kemarin, mereka membuka posko di depan kantor pusat tiga operator telepon
seluler, yaitu XL, Indosat, dan Telkomsel. Pengaduan yang masuk menyebutkan,
pulsa pelanggan tersedot setelah menerima pesan singkat (SMS) berisi tawaran
konten, kuis, undian, atau bonus. Mereka mengaku resah dan tak tahu lagi
harus melapor ke mana agar pulsa yang diisi ulang tidak disedot lagi oleh
operator nomor premium.
"Keluhan yang masuk hari ini sama dengan keluhan-keluhan sebelumnya. Para
pelanggan kebingungan. Mereka merasa tidak berlangganan konten apa-apa,
tetapi pulsa terus berkurang," kata Al Akbar Rahmadillah, Ketua Lingkar
Studi Mahasiswa (Lisuma) Jakarta.
Sebagian besar pelanggan menerima SMS dari nomor empat digit yang memberi
tahu pelanggan mendapat bonus atau hadiah. Pelanggan diminta mengecek di
kode tertentu untuk mengklaim bonus atau hadiahnya. Setelah kode dicek,
mereka akan sering menerima SMS dan pulsa langsung terpotong Rp 1.000 atau
Rp 2.000. Misalnya, SMS yang diterima Yudhistira, karyawan swasta, dari
nomor 27672 berisi "Xpressive SMS Bonus. Kamu terpilih buat dptin UANG 3
JUTA, BB ONYX & Pulsa 50rb! Hub *123*2767# utk ambil kesempatanmu skrg!
GRATIS WALLPAPER Romantis! 5rb/bln".
Setelah mengumpulkan pengaduan dari masyarakat, Lisuma berencana melaporkan
hal tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa ini,
sekaligus berunjuk rasa.
Kepala Pusat Informasi dan Humas pada Kementerian Komunikasi dan Informatika
Gatot S Dewa Broto menuturkan, regulasi untuk melindungi pengguna layanan
telekomunikasi antara lain Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang
Telekomunikasi, yang mengatur operator memberikan ganti rugi kepada
pelanggan, dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun
2009 tentang Pelayanan Jasa Pesan Premium.
Menurut Gatot, penyedotan pulsa melanggar Peraturan Menteri Komunikasi dan
Informatika Nomor 1 Tahun 2009. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia
sudah membuat call center untuk semua operator di nomor 159 mulai 26 Juli.
Keluhan yang masuk akan dilaporkan kepada operator. Operator diminta aktif
memblokir nomor-nomor yang dikeluhkan masyarakat.
Sementara itu, aparat Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal
Khusus Polda Metro Jaya bertemu dua operator telepon seluler terkait
merebaknya pemberitaan dugaan pencurian pulsa milik pelanggan. Walaupun
menyatakan tidak mungkin operator melakukan pencurian pulsa, polisi dan
operator berharap masyarakat melapor jika mengalaminya.



Argumentasi Head of Corporate Communication Excelcomindo (XL) Febriati
Nadira, "Untuk SMS konten tertentu yang disediakan mitra kami, tidak mungkin
ada penipuan ke pelanggan. Kontennya malah, antara lain, soal ceramah dan
pendidikan. Kami berusaha keras supaya konten yang disampaikan juga baik,
tidak menipu, atau menguras pulsa."
Jika pelanggan mengeluhkan sampai dikirimi SMS penipuan, kata Nadira, hal
itu sulit diatasi. Pelanggan tetap dapat menyampaikan protes ke layanan
pelanggan untuk ditindaklanjuti.
General Manager Corporate Communication Esia Aurelius Noorman menegaskan,
konten resmi tak akan menyedot pulsa.
"Kami mengawasi mitra kami dengan ketat. Apabila kerja mereka buruk, nama
baik operator tercoreng. Jika ada aduan dari pelanggan, tentu akan kami
selidiki, bahkan kami putus kontrak dengan mitra itu," katanya.
(FRO/GAL/RTS/RYO)

Sumber: kompas.com

Sabtu, 15 Oktober 2011

Topik-topik Penelitian

Topik-topik Penelitian di bidang soft computing
a. Forecasting Produksi PT.Semen Kupang dengan Metode Pendekatan Fuzzy
Semen kupang saat ini diprediksi akan mengalami penurunan produksi dan pemberitaan di media masa kedepannya mengalami krisis bahkan bangkrut. Berdasarkan data-data produksi yang dihimpun secara harian atau bulanan atau tahunan berbentuk data time series, dapat dilakukan forecasting guna melihat perkembangan produksi di masa depan. Kenapa metode fuzzy ?
Teknik peramalan konvensional seperti AR,MA,ARIMA memiliki kelemahan apabila data berbentuk non stasioner yang berakibat membesarnya galat peramalan. Beberapa metode soft computing seperti sistem fuzzy,JST,AG terbukti handal dan dapat dipakai untuk peramalan data runtun waktu. Sistem fuzzy ini diipih karena system fuzzy bekerja berdasarkan data dan subjektivitas pakar dibandingkan JST dan AG yang membutuhkan data training (pelatihan data). Sistem terbukti dapat meningkatkan performansi (improved performance) peramalan dengan tingkat kehandalan (robust) dan akurasi (accuracy) yang lebih baik.

b. PENGELOMPOKAN DATA KONSUMEN LISTRIK DENGAN METODE FUZZY CLUSTERING
Listrik yang sering padam dan ketidakjelasan pihak PLN menjelaskan permasalahan yang sebenarnya, menimbulkan pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kelebihan beban ataukah sebaliknya yang menimbulkan pemakaian listrik tidak optimal dan bermuara pada pendapatan. Penelitian akan mencari solusi bagaimana tingkat konsumsi listrik di kota Kupang. Untuk mengetahui tingkatan pemakaian listrik akan dilakukan pemetaan/pengelompokan pemakai listrik berdasarkan kriteria2 tertentu seperti konsumsi rumah tangga, perkantoran dan atau perusahan. Dengan menggunakan data-data pemakaian yang dihimpun secara STS (short time series), selanjutnya dilakukan preprocessing berupa penyuntingan data. Metode yang digunakan adalah FCM (Fuzzy C-Means Clustering). Hasil Clustering menunjukkan kelompok-kelompok pemakai listrik yang sebagai inputan untuk pihak PLN.
Topik-topik di Bidang Pengolahan Citra Digital
a. INDENTIFIKASI BUAH-BUAHAN BERDASARKAN WARNA CITRA
Persaingan pasar yang kompetitif dan meningkatnya kebutuhan akan konsumsi buah/sayur dibandingkan dengan produksi seperti memaksa pihak penyalur/produksi menjual buah tidak ranum / tidak masak pada saatnya tetapi dimanipulasi dengan zat pengawet. Sacara kasat mata terlihat buah segar dan tidak segar tidak ada perbedaan karena telah dimanipulasi warna dan kecerahan dengan bahan kimia tertentu. Penelitian dilakukan untuk mengindetifikasi buah-buahan berdasarkan kecerahan atau menganalisis nilai kuantisasi RGB pada citra pada region/ area tertentu. Dengan nilai ambang tertentu (threshold) dapat diindentifikasi mana buah yang masak /segar dan tidak masak.

b. IDENTIFIKASI PENYAKIT ANTRAX PADA SAPI DENGAN TRANSFORMASI WAVELET
Daerah NTT merupakan daerah penghasil sapi. Sapi rentan akan penyakit antrax. Bagaimana mengindentifikasi penyakit sapi. Secara kasat mata kadang tidak presisi atau tepat. Alternatif solusi dilakukan pengolahan citra dari bagian tubuh sapi tertentu. Citra dari bagian sapi akan dicocokan dengan citra latih yang sudah tersimpan dalam database. Teknik pencocokan dengan transformasi wavelet (DWT) HAAR. Secara teknis dilakukan perbandingan energi pada setiap subband pada level tertantu antara citra uji dan citra latih yang sudah tersimpan dalam database. Dengan memberikan nilai batas ambang (treshold) tertentu dapat ditentukan apakah sapi terkena penyakit antrax atau tidak berdasarkan citra. Fungsinya akan lebih berguna apabila sistem dihasilkan dibangun pada platform mobile.

Indonesia juga bisa

Wow! 4 Insinyur RI Terlibat Pembuatan Boeing 787 Dreamliner

Nurvita Indarini - detikNews

AFP Jakarta - Boeing 787 Dreamliner yang super keren itu lahir dengan sentuhan insinyur asal Indonesia. Bagaimana tidak, ada 4 insinyur yang terlibat dalam pembuatan burung besi keluaran terbaru perusahaan pesawat asal AS, Boeing, itu.

"Di Boeing ada sekitar 32 orang lebih orang Indonesia. Yang di 787 Dreamliner itu ada sekitar 4 orang dari Indonesia," ujar salah satu insinyur asal RI yang terlibat dalam pembuatan 787 Dreamliner, Bram Djermani, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (5/10/2011).

Bram bergabung dengan tim bagian produksi. Sedangkan 3 insinyur Indonesia lainnya bergabung dengan tim planning engineer, liaison engineer dan stress engineer. Mereka bersama hampir 500 orang lainnya dipercaya Boeing untuk terlibat dalam pembuatan hingga pengiriman pesawat.

"Saya gabung dengan Boeing 4 tahun lalu, dan langsung involve di Dreamliner. Jadi sejak pesawat pertama (Dreamliner) hingga yang sekarang ini," tutur pria kelahiran Jerman ini.

Dengan fasih, Bram menuturkan keunggulan pesawat ini dibanding pesawat-pesawat lainnya. Dia menyebut Dreamliner 787 terbuat dari komposit sehingga lebih ringan dari pesawat kebanyakan. Selain itu pesawat didesain agar irit bahan bakar. Dibanding pesawat lainnya, Dreamliner 787 lebih irit pemakaian bahan bakar hingga 20 persen.

"Penumpang yang naik juga tidak cepat capek karena lebih lembab," sambung ayah 3 anak ini.

Jendela Dreamliner 787 menggunakan kaca gelap, sehingga penumpang tidak akan silau dengan cahaya matahari dari luar yang menerobos ke pesawat. Tak hanya itu, para penumpang juga dimanjakan televisi Panasonic layar sentuh yang berbasis Android.

Langit-langit pesawat pun didesai tak kalah keren. Warna langit-langit bisa berubah-ubah sesuai keadaan langit. Jika matahari baru terbit, warna langit-langit pesawat berubah warna dari oranye menjadi biru. Penumpang semakin dimanjakan dengan adanya bar dalam tubuh pesawat sepanjang 58 meter tersebut.

"Di Boeing ada banyak orang dari berbagai negara. Kami bangga bisa terlibat di sini, mampu bersaing dengan orang-orang dari luar lainnya. Tapi kami tidak kehilangan nasionalisme," sambung Bram yang berharap suatu saat industri pesawat Indonesia mampu bangkit dan bersaing dengan produk serupa dari negara lainnya.
(vit/rdf)

Sumber: detik.com

Mengenang Steve Jobs

Perjalanan Steve Jobs 1955-2011

Rachmatunisa - detikinet

Jakarta - Duka menyelimuti dunia teknologi. Salah satu inovator, Steve Jobs menutup mata selamanya. Si jenius di balik perusahaan Apple ini mengakhiri kisahnya di usia 56 tahun setelah berjuang melawan kanker.

Masa kecil

Steven Paul Jobs, demikian nama lengkapnya, lahir di San Francisco, Amerika Serikat, 25 Februari 1955. Dia diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs. Ayah biologis Jobs, Abdulfattah John Jandali, merupakan profesor sains politik dan ibu kandungnya Joanne Simpson ahli terapi bicara. Hampir sebagian besar masa kecil hingga remaja dihabiskannya di Cupertino, California.

Setelah lulus dari sekolah menengah atas pada 1972, Jobs melanjutkan studinya di Reed College di Portland selama satu semester. Setelah itu, pada musim gugur 1974 Jobs mulai bekerja sebagai teknisi di Atari, sebuah perusahaan yang mendesain circuit board.

Berdirinya Apple

Jobs mulai berpikir untuk mendirikan perusahaan. Maka dua tahun kemudian, pada 1976 berdirilah Apple yang dibangunnya bersama Steve Wozniak. Dengan modal beberapa ribu dolar, keduanya memulai bisnis yang memiliki visi mengubah dunia.

Tak perlu menunggu waktu lama, Apple segera merilis produk pertamanya yang kemudian dijuluki sebagai 'revolusi komputer personal'. Pada pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs memperkenalkan Macintosh. Selanjutnya Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan antarmuka pengguna grafis.

'Diusir' dari Apple

Meski Jobs dikenal kharismatik, sejumlah rekan dan karyawannya kala itu menilainya sebagai manajer yang mudah berubah pikiran. Penurunan penjualan pun terjadi pada akhir 1984 dan mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan John Sculley yang kala itu menjabat sebagai CEO Apple. Pada akhir Mei 1985, setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran, Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh karena perbedaan visi.

Namun semangat Jobs tidak berhenti sampai di situ. Setelah meninggalkan Apple, Jobs lantas mendirikan NeXT Computer. Sayang, produk yang dihasilkannya masih dianggap sebagai barang mahal dan gagal memberi dampak bagi industri teknologi.

Kesuksesan Jobs

Kesuksesan Jobs yang sesungguhnya dimulai pada pertengahan pertama tahun 1990. Menariknya, sukses ini justru bukan berawal di industri komputer, melainkan industri film. Pixar, studio animasi kecil yang diakuisisi Jobs pada 1986, memulai debutnya setelah merilis film Toy Story pada 1995.

Akhir 1996, Jobs mendekati Apple agar perusahaan itu mengakuisisi NeXT. disebutkannya, Apple membutuhkan sistem operasi dan NeXT memiliki itu. Upaya Jobs membujuk Apple pun berhasil. Di tahun itu Apple mengumumkan pembelian NeXT senilai USD 429 juta.

Kembali ke Apple

Apple kembali merangkulnya dan beberapa bulan setelah kembali bergabung di Apple, Jobs mendapatkan posisinya kembali sebagai CEO. Inilah titik baru kepemimpinan Jobs.

Sejak 1997 hingga Agustus 2011 menjabat sebagai CEO, Apple tak hanya bangkit dari kebangkrutannya. Beragam produk besutannya yang lahir dari kejeniusan ide Jobs, seperti iMac, iPod, iPhone dan tentu saja iPad telah mengubah ranah elektronik consumer dan komputasi personal.

Perjuangan melawan kanker

Di tengah masa kepemipinannya yang tengah memuncak, pada Agustus 2004 Jobs mengungkapkan dirinya menderita kanker pankreas dan harus menjalani operasi. Jobs sempat absen dari kesibukannya di Apple untuk cuti medis dan kembali bekerja pada September 2004.

Januari 2009, Jobs kembali mengambil cuti selama enam bulan untuk berobat. Dokter mengatakan Jobs harus menjalani tranplantasi hati pada April 2009. Kemudian dia kembali menjalankan jabatannya pada Juni 2009.

Kabar sakitnya Jobs kerap kali terdengar dan sedikit banyak mempengaruhi saham perusahaannya. Namun demikian, Apple terus melesat, bahkan dinobatkan sebagai perusahaan paling mahal dan Jobs sebagai CEO terbaik Amerika.

Mengundurkan diri

Sosok di balik kesuksesan iPhone dan iPad itu benar-benar menarik diri dari jabatan CEO Apple. Jobs secara resmi mengundurkan diri pada Agustus 2011. Sakit tampaknya menjadi alasan utama Jobs untuk melepas jabatan nakhoda di salah satu perusahan TI terbesar itu.

Dia pun berpulang..

Akhirnya, sang legenda dunia teknologi abad ini pun berpulang. Perjuangannya terhenti setelah menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu waktu Palo Alto, Calif, Amerika Serikat di usia 56 tahun. Kabar mengejutkan ini datang sehari setelah Apple merilis iPhone 4S, yang dinantikan kehadirannya.

Selamat jalan Jobs...

Sumber: detik.com

Jumat, 14 Oktober 2011

Akankah BBM di Indonesia Ikut Tumbang?

Akankah BBM di Indonesia Ikut Tumbang?

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Meskipun jaringan Research in Motion (RIM) tengah bermasalah di empat benua, namun sejauh ini koneksi BlackBerry di Indonesia masih aman. Walaupun demikian, bukan berarti Indonesia tak bisa terkena imbas gangguan juga.

"Kalau ditanya apakah mungkin terjadi di Indonesia, ya mungkin saja terjadi. Kalau server yang handle Asia kena, bukan cuma Indonesia saja, tapi negara lain di Asia juga kena," jelas Faisal Adiputra, praktisi ahli BlackBerry kepada detikINET, Rabu (12/10/2011).

Seperti diketahui, layanan BlackBerry tengah mengalami gangguan di banyak negara. Hal ini jelas menyebabkan kerugian bagi pelanggan atas macetnya saluran telekomunikasi berbasis data.

Disampaikan vendor prinsipal BlackBerry tersebut, gangguan menyebar mulai dari Eropa hingga Amerika Latin akibat kegagalan core switching failure di server utama RIM saat melakukan transisi back-up switch yang tidak berfungsi baik dan menyebabkan backlog data dalam jumlah besar.

Imbasnya, gangguan layanan email dan BlackBerry Messenger (BBM) terjadi sejak kemarin. Korbannya adalah para pengguna di Eropa, Timur Tengah, Afrika, India, Brazil, Chile dan Argentina.

"Sejauh ini Indonesia masih aman, karena beda server. RIM itu punya region server berbeda yang menghandle Asia, Eropa dan Amerika. Kalau ada masalah regional, maka yang terkena dampaknya regional saja," jelas Faisal.

"Sebenarnya tiap-tiap operator berbeda. Tapi fisik server mungkin sama. Di India misalnya, meskipun dia masuk middle east dan berdekatan dengan Asia ikut kena server clustering (data center) yang bermasalah. Itu pun bisa terjadi di Indonesia dan negara Asia lainnya," pungkas sang BlackBerry Support Certified Specialist ini.

Sumber: detik.com


Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Meskipun jaringan Research in Motion (RIM) tengah bermasalah di empat benua, namun sejauh ini koneksi BlackBerry di Indonesia masih aman. Walaupun demikian, bukan berarti Indonesia tak bisa terkena imbas gangguan juga.

"Kalau ditanya apakah mungkin terjadi di Indonesia, ya mungkin saja terjadi. Kalau server yang handle Asia kena, bukan cuma Indonesia saja, tapi negara lain di Asia juga kena," jelas Faisal Adiputra, praktisi ahli BlackBerry kepada detikINET, Rabu (12/10/2011).

Seperti diketahui, layanan BlackBerry tengah mengalami gangguan di banyak negara. Hal ini jelas menyebabkan kerugian bagi pelanggan atas macetnya saluran telekomunikasi berbasis data.

Disampaikan vendor prinsipal BlackBerry tersebut, gangguan menyebar mulai dari Eropa hingga Amerika Latin akibat kegagalan core switching failure di server utama RIM saat melakukan transisi back-up switch yang tidak berfungsi baik dan menyebabkan backlog data dalam jumlah besar.

Imbasnya, gangguan layanan email dan BlackBerry Messenger (BBM) terjadi sejak kemarin. Korbannya adalah para pengguna di Eropa, Timur Tengah, Afrika, India, Brazil, Chile dan Argentina.

"Sejauh ini Indonesia masih aman, karena beda server. RIM itu punya region server berbeda yang menghandle Asia, Eropa dan Amerika. Kalau ada masalah regional, maka yang terkena dampaknya regional saja," jelas Faisal.

"Sebenarnya tiap-tiap operator berbeda. Tapi fisik server mungkin sama. Di India misalnya, meskipun dia masuk middle east dan berdekatan dengan Asia ikut kena server clustering (data center) yang bermasalah. Itu pun bisa terjadi di Indonesia dan negara Asia lainnya," pungkas sang BlackBerry Support Certified Specialist ini.

Sumber: detik.com

Mengenang Inspirasi Steve Jobs Bagi Tuna Netra

Mengenang Inspirasi Steve Jobs Bagi Tuna Netra

Penulis: Eko Ramaditya Adikara - detikinet

Jakarta - Pembaca, pendiri Apple Steve Jobs akhirnya beristirahat untuk selama-lamanya. Namun, inovasi yang telah dibenamkannya dalam gadget besutan Apple akan terus dikenang, termasuk oleh tunanetra di seluruh dunia, yang telah banyak terbantu oleh keberadaan gadget Apple.

Untuk itu, sebagai salah seorang tunanetra yang banyak memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu sehari-hari, izinkanlah penulis menyampaikan tanda belasungkawa lewat review penggunaan iPad, yang ternyata sangat aksesibel bagi tunanetra, dan telah banyak membantu aktivitas tunanetra di seluruh dunia. Videonya dapat ditonton via link yang terdapat di akhir artikel ini.

Bagi praktisi teknologi dan informasi mungkin telah lama mengenal produk besutan Apple, salah satu yang cukup terkenal adalah Apple 2, sebuah personal computer yang berjaya di era 70-an.

Namun, bagi tunanetra yang saat ini menggeluti TI, cikal bakal motivasi menggunakan komputer lahir saat Steve Jobs merilis Macintosh tahun 1984. Ketika Steve naik panggung, ia mendemonstrasikan kemampuan Macintosh, salah satunya adalah teknologi speech synthesizer yang membuat Macintosh mampu menyuarakan teks yang muncul di layar monitor.

Inilah kalimat yang diucapkan Macintosh kala itu. "So it is with a considerable pride that I introduce a man who's like a father to me, Steve Jobs..."

Demo Mac 1984

Kira-kira lima tahun setelah rilis pertama Macintosh, saat penulis berusia delapan tahun, untuk pertama kalinya penulis mengenal dan bersentuhan dengan produk Apple, salah satunya adalah Apple II-E dan Macintosh, yang saat itu tersedia di kantor ayah penulis.

Meski sudah beberapa kali mendengarkan komputer yang dapat bicara di film-film kartun dan si-fi jaman itu, penulis sama sekali tak tahu menahu, bahwa kelak di kemudian hari, teknologi speech synthesizer -- yang saat ini lebih akrab disebut pembaca layar atau screen reader -- akan membantu tunanetra mengakses komputer dan informasi secara digital.

Teknologi pun terus berkembang, hingga akhirnya penulis berkenalan dengan pembaca layar yang dibenamkan pada PC berbasis DOS dan Windows. Namun demikian, penulis tak pernah menduga sama sekali bahwa selain platform di atas, serta distro Linux yang sebagian di antaranya juga mengusung teknologi pembaca layar, ternyata Steve Jobs pun mulai menyertakan teknologi tersebut dalam tiap gadget yang dirilis Apple.

Kini, hampir semua gadget Apple, mulai dari iPod hingga Macbook sudah menyertakan Voice Over di dalamnya. Pada iPod, iPhone atau iPad, fitur ini dapat diaktifkan melalui Settings>General>Accessibility, sedangkan pada Macbook dan iMac dapat dijalankan dengan menekan CMD+F5.

Yang menarik, aplikasi pembaca layar keluaran Apple dapat diperoleh secara cuma-cuma pada produk besutan Apple terkini. Hal itu mulai diterapkan pada sistem operasi OSX Tiger yang di dalamnya sudah terdapat pembaca layar bernama Voice Over.

Jadi, pengguna cukup unboxing dan aktifkan gadget secara langsung atau via iTunes, dan Voice Over sudah langsung dapat dijalankan.

Dengan adanya Voice Over, kini tunanetra dapat mencicipi gadget besutan Apple, dan tentu saja lebih leluasa memilih gadget yang hendak dipergunakan sehari-hari, baik untuk kepentingan pekerjaan mau pun sekadar untuk hiburan.

Kini, hanya dengan membawa iPad, seorang tunanetra dapat berjalan-jalan tanpa perlu takut kesasar, karena aplikasi Voice Over dapat bekerjasama dengan beberapa aplikasi GPS yang tersedia di App Store. Mereka pun dapat santai sambil menikmati musik atau video kesayangan, karena informasi artis dan album yang tengah mereka nikmati via iPod pun dapat disuarakan oleh Voice Over.

Lalu apa yang dapat kita petik dari inovasi Steve Jobs ini?

Secara pribadi penulis berharap agar pengembang teknologi, baik perangkat keras mau pun perangkat lunak, dapat mengikuti jejak Steve Jobs yang telah mengintegrasikan elemen aksesibilitas pada produknya. Hendaknya produsen mulai memperhatikan aksesibilitas pada produk-produk besutannya, sehingga orang dengan disabilitas yang sebelumnya kesulitan dalam mengoperasikan produk tersebut dapat mulai merasakan manfaat dengan adanya elemen aksesibilitas yang telah terintegrasi.

"Selamat jalan, Steve Jobs..."

Sumber: detik.com

Sabtu, 01 Oktober 2011

Masalah Logistik Nasional

Masalah Logistik Nasional

Indonesia setidaknya memiliki tujuh masalah dalam hal logistik nasionalnya.
Tanpa perbaikan dalam sistem logistik nasional, potensi Indonesia sebagai
negara yang memiliki kekuatan di dua sisi ekonomi, baik sisi permintaan maupun
sisi penawaran, akan terus bermasalah
Masalah logistik nasional dapat dikelompokkan dalam tujuh kelompok, yaitu
sebagai berikut
- Komoditas
- Infrastruktur
- Pelaku Dan Penyedia Jasa Logistik
- Sumber Daya Manusia
- Teknologi Informasi Dan Komunikasi
- Regulasi
- Kelembagaan
Masalah komoditas muncul karena hingga saat ini Indonesia belum memiliki fokus
komoditas yang akan ditetapkan dan menjadi komitmen nasional untuk dikembangkan.
Akibatnya, volume perdagangan ekspor dan impor menjadi belum optimal
Adapun dalam hal infrastruktur, Indonesia belum memiliki sarana yang memadai,
baik dari segi kuantitas maupun kualitas, di antaranya belum memiliki pelabuhan
penghubung atau Hub Port. Infrastruktur di Indonesia juga belum dikelola secara
terintegrasi, efektif, dan efisien, mulai dari infrastruktur kepelabuhan,
bandara, pergudangan, hingga transportasi. Begitu juga dalam hal pelaku dan
penyedia jasa logistik. Daya saing Indonesia masih terbatas, baik di tingkat
nasional apalagi global. Itu antara lain timbul karena lemahnya jaringan
nasional serta internasional sehingga secara umum penyedia jasa logistik
sebagian besar masih didominasi oleh perusahaan multinasional. Pada saat yang
sama, kondisi sumber daya manusia Indonesia juga masih rendah, terutama dalam
kompetensi sumber daya dan manajemennya. Itu terjadi karena keberadaan lembaga
pendidikan dan pelatihan bidang logistik masih minim. Indonesia juga menghadapi
infrastruktur dan jaringan teknologi informasi serta komunikasi yang belum
andal. Itu ditunjukkan dengan terbatasnya jangkauan jaringan pelayanan
nonseluler. Dengan demikian, secara umum Indonesia masih sangat bergantung pada
sistem manual dan sistem berbasis kertas dalam transaksi logistiknya. Sementara
itu, kebijakan nasional di sektor logistik masih bersifat parsial atau sektoral.
Dan kalaupun ada regulasi, penegakan hukumnya masih rendah. Di saat yang sama,
koordinasi lintas sektoral masih rendah dan belum ada kelembagaan yang mengawal
pelaksanaan pengembangan logistik nasional.
"Untuk menjawab tuntutan tersebut, maka sektor logistik perlu ditata dan
dikembangkan secara lebih terarah dan terintegrasi melalui penyusunan Cetak Biru
Sistem Logistik Nasional,"

Sumber :
http://blogarizona.blogspot.com/2011/02/masalah-logistik-nasional.html

tentang saya

Foto saya
Blog ini telah bertransformasi dan fokus pada tulisan di bidang TIK, info akademik, pembahasan soal-soal dari matakuliah informatika