Selasa, 22 Maret 2011

Awas! Virus Android Menyamar Jadi Update Keamanan

wah kudu hati2 bagi pengguna android
padahal kampanyenya adalah corenya adalah open source
ternyata bisa terserang virus juga
berarti bisa turun tingkat dibawah apple

good artikel***



Awas! Virus Android Menyamar Jadi Update Keamanan

INILAH.COM, Jakarta – Pembuat software keamanan Symantec menemukan trojan Android baru yang meniru update keamanan yang baru saja dirilis di Android Market oleh Google. Seperti apa?

Trojan ini menyebar melalui toko aplikasi Android pihak ketiga. Trojan ini merupakan malware (program jahat) yang dimasukkan ke dalam update keamanan di Android Market yang dirilis oleh Goolge.

Awalnya, update ini memiliki misi menghapus malware DroidDream dari perangkat Android. Malware ini menyamar menggunakan nama alat keamanan asli di Android Market.

Trojan ini menyasar para pengguna Android di China. Symantec mengatakan, trojan ini mampu mengirim SMS untuk memerintah dan mengontrol server bersama dengan informasi perangkat, termasuk nomor IMEI dan nomor pengguna ponsel.

“Analisa aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan. Namun, hal yang mengejutkan adalah kode malware ini berdasarkan pada proyek yang ada di Google Code dan lisensinya dipegang oleh Apache License,” kata Mario Ballano dari Symantec.

Meroketnya popularitas Android di dunia membuat para hacker (peretas) marak mengeksploitasinya. Mereka biasanya memasukkan malware ke dalam aplikasi-aplikasi yang nampaknya tidak berbahaya.

Statistik terbaru Gartner menunjukkan, 67 juta perangkat Android terjual tahun lalu. Berhati-hatilah. [mor]

Selasa, 15 Maret 2011

Artikel IT

Komen singkat buat artikel ini :
makan apa ya ? benar-benar hebat dan brilian
anak muda yang berhasil mengubah dunia
SO... anak muda Indonesia
bisa belajar dan memulai...................


Sektor Teknologi, Sarang Miliuner Muda
InilahOleh Vina Ramitha | Inilah – Jum, 11 Mar 2011 11.12 WIB


INILAH.COM, Jakarta – Nama-nama pemuda yang masuk dalam jajaran Orang Terkaya 2011 versi Forbes, mengeruk hartanya dari sektor teknologi. Siapa saja?

Tergolong muda dalam daftar ini adalah mereka yang per 28 Maret 2011, masih berada di bawah usia 40 tahun. Berada di puncak kategori ini adalah Dustin Moskovitz (26), salah satu pendiri situs jejaring sosial raksasa, Facebook.

Moskovitz yang jumlah kekayaannya mencapai US$2,7 miliar ini lebih muda delapan hari ketimbang rekan pendiri Facebook-nya yang lebih tenar, Mark Zuckerberg. Keduanya adalah teman sekamar di kampus Harvard. Moskovitz merupakan Chief Technology Officer pertama situs tersebut.

Zuckerberg, dengan kekayaan mencapai US$13,5 miliar, mengalami lonjakan kekayaan hingga 238% karena investasi beberapa firma seperti Goldman Sachs yang membuat valuasi Facebook mencapai US$50 miliar. Film The Social Network dibuat berdasarkan dirinya dan diganjar penghargaan Oscar.

Kedua pendiri Google Inc., Sergey Brin dan Larry Page yang sama-sama berusia 37 tahun, juga termasuk pemuda kaya. Mereka juga tercatat mengumpulkan kekayaan dalam jumlah yang sama, US$19,8 miliar. Posisi Page lebih tinggi karena ia lebih tua beberapa bulan dan baru saja mengambil alih posisi Eric Schmidt sebagai CEO Google.

Page dan Brin bakal lama berada dalam daftar ini, mengingat Google masih menguasai pasar mesin pencari, sebesar dua pertiga. Belum lagi sistem operasi ponsel mereka yang mengalami sukses besar, Android.

Artikel IT-WikiLeaks

Benar2 dunia saat ini mengalami kegamangan
Berani terjun ke dunia intrnet sama seperti berjalan di jalan tol
atau tidak sama sekali
Artikel yang bagus................................................

WikiLeaks
Kompas GramediaKompas – Sab, 12 Mar 2011 06.16 WIB


Oleh: BUDIARTO SHAMBAZY

SUDAH hampir dua dekade kita memasuki era yang, menurut pakar komunikasi/sosiolog Spanyol, Manuel Castells, disebut ”Galaksi Internet”. Wabah ”www” (world wide web) pada awal 1990-an mendongkrak popularitas dan komersialisasi internet secara luar biasa hingga memengaruhi semua aktivitas manusia.

World wide web tiba-tiba menjalin kesalingterhubungan (interconnectedness) dalam waktu kilat, tanpa batas ruang dan waktu, serta melibatkan siapa pun. Dalam istilah mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, inilah periode information superhighway.

Kesalingterhubungan itu awalnya dimaksudkan Pemerintah Amerika Serikat untuk tujuan keamanan nasional. Pada 1957, AS dipanikkan dengan ”Krisis Sputnik” setelah Uni Soviet meluncurkan satelit pertama yang mengorbit Bumi.

Presiden Dwight Eisenhower, yang menilai AS kalah superior dalam lomba teknologi ruang angkasa, memerintahkan riset kesalingterhubungan sistem komunikasi melalui komputer. Kalangan militer dan universitas, yang terlibat dalam pengembangan ”mahakarya” ini, awalnya tak serius.

”Main-main jadi bukan main”. Itu kiasan tepat untuk melukiskan perkembangan internet yang sempat mandek puluhan tahun sampai akhirnya paripurna ketika ditemukannya world wide web.

Berkat Galaksi Internet kita menikmati sistem komunikasi, bisnis, media dan sumber informasi, ekspresi politik dan kultural, proses belajar dan mengajar, serta komunitas yang serba baru. ”Kita memasuki Galaksi Internet dengan kecepatan penuh di tengah ketakjuban yang amat kita pahami,” kata Castells.

Internet lalu menjadi media komunikasi dan informasi yang esensial dalam kehidupan bernegara. Sebagai sebuah inovasi, fenomena internet bisa disamakan dengan penemuan listrik atau media cetak.

Sebuah konsekuensi negatif yang tak terduga, tetapi tak dapat dihindari, Galaksi Internet tak kenal rahasia. Semua aspek rahasia kehidupan individual dan masyarakat—persaingan bisnis, agenda politik, sampai kehidupan pribadi—pada prinsipnya bisa diintersepsi.

Maka, setiap jenis informasi paling sensitif pun yang dicemplungkan ke Galaksi Internet bisa diterobos siapa pun —mungkin kecuali bahasa sandi yang rumit. Oleh sebab itu, tak semua kalangan menyukai Galaksi Internet, misalnya Pemerintah China yang membungkam Google.

Lihat pula fakta sejarah ini. Letusan ”Revolusi Melati” di Tunisia dipicu protes penjaja buah/sayuran gerobak yang membakar diri karena dilarang berjualan di kaki lima.

Masyarakat bersimpati kepada sang pedagang kaki lima, solider, dan menggalang kekuatan melalui jejaring sosial. Setelah itu, lahir people power yang melancarkan aksi massa yang memaksa Presiden Zine al-Abidine Ben Ali kabur ke luar negeri.

Cerita sukses di Tunisia ditiru Wael Ghonim, eksekutif Google di Mesir, yang menggalang people power untuk mendongkel Presiden Hosni Mubarak. Meski dielu-elukan sebagai tokoh ”Revolusi 25 Januari”, Ghonim menolak dinobatkan sebagai pahlawan.

Ia mengidolakan Julian Assange, sang penggagas WikiLeaks. Ini organisasi nonprofit yang bertujuan menyajikan informasi kepada publik melalui media massa ke seluruh dunia.

”WikiLeaks bisa jadi alat jurnalistik penting sesuai Undang-Undang Kemerdekaan Informasi,” tulis majalah Time. Tujuan WikiLeaks satu: memaksa setiap pemerintah terbuka kepada rakyat masing-masing.

Untuk itulah, WikiLeaks, lewat berbagai cara, mencuri seperempat juta kawat (diplomatic cables) kedutaan-kedutaan AS di seluruh dunia. Tentu AS geram dengan ulah Assange, tetapi tak bisa berbuat apa pun kecuali mempermalukannya dengan tuduhan pelecehan seksual di pengadilan.

Kawat diplomatik ditulis para diplomat berdasarkan konversasi ataupun pengamatan di negara penempatan. Sulit meragukan kredibilitas isi kawat karena —seperti berita yang ditulis wartawan atau hasil riset peneliti— dicek silang, dirapatkan, diperiksa atasan, dan diverifikasi sebagai dokumen negara.

Terlebih lagi AS sudah lebih dari seabad menjalankan sistem diplomasi modern ini. Waktu kawat mereka dibocorkan WikiLeaks, tak ada yang panik karena tak ada rahasia keamanan nasional AS yang terancam.

Beda dengan, misalnya, tatkala Daniel Ellsberg membocorkan pengeboman sadis AS di Indo-China lewat ”Pentagon Papers”. Betapapun, Washington terpukul karena WikiLeaks mengungkapkan bahasa diplomatik yang cenderung kasar menjuluki pemimpin seperti Moammar Khadafy atau Nicolas Sarkozy.

Pada akhirnya, semua kawat toh wajib diungkap kepada publik secara berkala dan bermanfaat untuk riset ilmiah atau jurnalisme investigatif. Tak sedikit ilmuwan kita dan Barat memanfaatkan kawat-kawat untuk riset tentang Indonesia saat pancaroba dari Orde Lama ke Orde Baru.

Tak ada yang bisa disalahkan dalam hiruk-pikuk WikiLeaks karena nasi sudah menjadi bubur. Terlebih lagi baru sekitar 1 persen kawat yang dipajang di etalase. Masih ada lebih dari 200.000 kawat.

Pemerintah AS tak terganggu karena substansi kawat diplomatik mereka justru memperlihatkan kinerja diplomasi yang profesional. Dan, sejauh ini tak satu pun negara sahabat AS yang merasa terusik.

Kini di AS berlaku slogan baru, ”It’s the Internet Galaxy, stupid!”

Artikel IT

Setuju dengan artikel ini...


Pencarian Google Blokir Situs yang Dibenci
Oleh Ellyzar Zachra P.B | Inilah – Jum, 11 Mar 2011 10.31 WIB

INILAH.COM, Jakarta- Pencarian Google kini dapat disesuaikan dengan preferensi kesukaan pengguna. Mesin raksasa itu memperkenalkan opsi pemblokiran situs yang tidak disukai pengguna.

Berdasarkan keterangan teknisi kualitas pencarian Google, Amay Champaneria dan Beverly Yang di Google Blog, “Anda mungkin merasakan pengalaman di mana Anda mencari sesuatu namun tidak cukup puas dengan yang Anda dapatkan. Mungkin hasilnya tidak cukup benar atau terkadang muncul situs yang tidak seharusnya. Meskipun terdengar ofensif, beberapa kali muncul situs pornografi dan lainnya.”

Karenanya, pengguna diberi kesempatan untuk memblokir domain tertentu dari hasil pencarian masa depan. Jika pengguna membuka halaman Google, nantinya akan ditemukan link baru terkait pemblokiran domain.

Setelah domain diblokir, situs tersebut tidak akan muncul. Namun, pengguna tetap mendapat informasi pemberitahuan bahwa hasil pencarian mereka mencantumkan situs yang tidak mereka inginkan.

Seperti diberitakan Telegraph, layanan Google ini dimaksudkan untuk memerangi spam dan konten yang tidak diinginkan. Meskipun muncul kekhawatiran soal Google mengumpulkan data pengguna, Champaneria dan Yang menegaskan layanan itu tidak diperuntukkan untuk mencari tahu karakteristik pengguna berdasarkan situs yang tidak mereka suka.

Fitur tersebut dapat digunakan via browser Chrome 9+, Internet Explorer 8+ dan Firefox 3,5+

tentang saya

Foto saya
Blog ini telah bertransformasi dan fokus pada tulisan di bidang TIK, info akademik, pembahasan soal-soal dari matakuliah informatika