AVG Berikan Tips Aman Ber-Twitter
Antara
AVG Berikan Tips Aman Ber-Twitter
Jakarta (ANTARA) - Pembuat piranti lunak keamanan global, AVG, memberikan sepuluh tips aman menggunakan situs jejaring sosial twitter.
AVG Global Head of Online Engagement, Ema Linaker melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, memberikan sepuluh tips penggunaan Twitter secara aman di blognya.
"Hanya dalam empat tahun, popularitas Twitter meningkat pesat di seluruh dunia. Peningkatan ini menjadikan Twitter sebagai sasaran empuk para penjahat dunia maya. Sifat Twitter yang memang amat terbuka memudahkan para penjahat ini untuk mencari korban diantara para pengguna Twitter. Sudah saatnya para pengguna mengambil langkah-langkah pencegahan dan perlindungan dari ancaman ini," kata Ema Linaker.
Sepuluh tips ber-twitter tersebut batasi pembicaraan karena dapat diketahui kegiatan harian yang dapat digunakan oleh para penjahat.
Tips kedua yaitu berhati-hatilah membuka tautan (link) dan bila terdapat keraguan mengenai tautan yang ddapatkan, sebaiknya jangan dibuka.
Tips ketiga adalah waspada dengan kegiatan-kegiatan mencurigakan di timeline atau inbox.
Tips selanjutnya yaitu berpikirlah sebelum "tweeting" karena konsekuensinya mungkin akan lebih jauh dari yang diperkirakan.
Tips berikutnya yaitu jangan lekas percaya karena kita tidak pernah tahu siapa saja follower di twitter yang mungkin memiliki niat buruk.
Tips keenam yaitu periksa aplikasi pihak ketiga secara seksama untuk memastikan bahwa keamanan mereka.
Banyak aturan dasar keamanan situs jejaring sosial lainnya yang juga bisa dterapkan di Twitter, seperti fnformasi password, dengan menggunakan password berbeda untuk tiap akun jejaring sosial Anda.
Saat Log in, periksalah pengaturan browser yang digunakan dan pastikan bahwa informasi tidak pengguna terekam bila menggunakan komputer bersama.
Tips kesembilan yaitu waspadalah trhadap serangan "phising" yaitu usaha-usaha untuk mendapatkan informasi pribadi Anda melalui tweet atau DM (direct message) yang menipu.
Tips kesepuluh yaitu berhati-hatilah saat menggunakan telepon seluler.
Blog ini sebagai suplemen informasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, program komputer, informasi untuk Pendidikan Tinggi. Selain itu mengutip dan mensharing dari berbagai sumber yang terkait.
Selasa, 23 Maret 2010
TI untuk semua lapisan masyarakat
Teknologi Informasi untuk Semua Lapisan Masyarakat
Kompas - Selasa, 23 MaretKirimKirim via YMCetak
Akhtar Badshah: Teknologi Informasi untuk Semua Lapisan Masyarakat
KOMPAS.com - Teknologi informasi bukan lagi barang eksklusif masyarakat kelas atas di perkotaan. Penetrasi teknologi informasi pun mulai diarahkan memasuki lapisan masyarakat kelas menengah dan bawah hingga ke pelosok pedesaan. Pemerataan akses teknologi informasi menjadi hal mutlak untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ketersediaan akses terhadap teknologi informasi saja tidak cukup karena tidak semua orang khususnya masyarakat yang baru mengenal teknologi informasi untuk pertama kali langsung merasa perlu sesuai kebutuhannya. Pendampingan yang erat terhadap pemanfaatan teknologi merupakan faktor penting.
Demikian salah satu topik pemaparan Akhtar Badshah, Senior Director Global Community Affairs Microsoft dalam pemaparannya dalam CSR Summit 2010 yang diselenggarakan Universitas Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kamis (11/3/2010) lalu. Akhtar secara khusus juga datang ke Indonesia untuk melihat langsung hasil inisiatif program sosialnya Microsoft Unlimited Potential (UP) di Indonesia.
Berikut petikan wawancara Kompas.com dengan Akhtar Badshah di sela-sela kunjungannya ke Indonesia.
Teknologi Microsoft sudah banyak digunakan orang. Lantas buat apa membuat CSR yang menghadirkan teknologi yang sama di tengah-tengah masyarakat?
Teknologi hanya alat. Tujuan kami dengan program ini adalah membawa teknologi agar masyarakat bisa menggunakan untuk mendukung cita-citanya dengan menggali potensi yang dimiliki.
Siapa saja yang menjadi sasarannya?
Orang punya banyak level berbeda dalam menggunakan teknologi dan banyak spektrum. Kami ingin teknologi bisa dimanfaatkan di semua lapisan masyarakat. Misalnya warga di pedesaan yang baru pertama kali menggunakan teknologi, mereka kami sasar. Kami juga menyasar mahasiswa agar mereka bisa mengembangkan teknologi. Kami juga menyasar entrepreneur agar dapat menggunakan teknologi untuk mendukung bisnisnya. Intinya potensi penggunaan teknologi meningkat di setiap level.
Apa ada komunitas masyarakat tertentu yang mendapat prioritas khusus?
Ada 4 kelompok yang kami utamakan. Pertama para pekerja migran dengan menghadirkan teknologi untuk meningkatkan ketrampilannya. Kelompok kedua petani dengan mendirikan Community Training Center (CTC) yang banyak tidak hanya untuk mereka sendiri tapi juga untuk anak-anak dan wanita di sekitarnya. Ketiga, penyandang cacat fisik agar teknologi bisa membantu pekerjaannya. Keempat, wanita agar lebih atraktif karena merekalah bagian penting dari keluarga, seperti anak-anak belajar dari ibunya.
Program apa yang dijalankan dan bagaimana targetnya?
Ada tiga target utama yang kami sasar. Pertama, mentransformasi pendidikan melalui pelatihan bagi para guru, penggunaan teknologi di kelas, dan penguatan institusi pendidikan. Kedua, mendorong inovasi lokal. Dan ketiga menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Apakah semua program tersebut juga dilakukan di Indonesia?
Kami punya semua proyek tersebut di Indonesia. Masing-masing melalui program yang disebut Partners in Learning di mana telah mejangkau 8 juta siswa di seluruh Indonesia. Kami juga sudah mendirikan 4 pusat inovasi software dengan menggandeng beberapa universitas di Indonesia. Bagi para enterpreneur kami juga menyediakan paket software pengembangan secara gratis untuk mendukung usahanya. Dengan program-program tersebut, kami ingin menjadikan teknologi perubahan positif di dunia.
Sejak kapan program ini dijalankan dan bagaimana hasilnya sejauh ini?
Sejauh ini, kami sudah mendirikan 40.000 pusat teknologi, bekerja sama dengan lebih dari 1000 LSM, dan menjangkau 120 juta orang sejak program tersebut dimulai tahun 2003. Untuk di Indonesia, 14,5 juta orang telah dijangkau dengan total dana yang dikeluarkan lebih dari 5 juta dollar AS. Sejak 2003 sampai sekarang, program ini juga sudah menghasilkan 10.000 orang dengan sertifikasi siap kerja dan menjalin kerja sama dengan 4.000 mitra.
Sebegitu pentingkah LSM sehingga harus bekerja sama dengan mereka untuk menjangkau target masyarakat?
Tentu saja. LSM sangat penting bagi kami karena mereka yang tahu komunitas, mereka yang berkecimpung di dalam komunitas, mereka yang membawa pesan dari komunitas. Maka, kami harus mendukungnya. Microsoft hanya datang membawa teknologi, tapi mereka yang menerapkannya di tengah masyarakat.
Kami juga mengembangkan jejaring LSM. Saat ini sudah terselenggara NGO Connection Day yang menguatkan kerja sama pembangunan kapasitas dan akses ke teknologi. Acara ini akan dilakukan di 30. Sejauh ini sudah 140 LSM tergabung di 14 negara sejak 2005. Microsoft juga memiliki program kepedulian karyawan yaitu 3 hari kerja sosial dalam satu tahun. Sejak 1983 Microsoft dfan karyawannya telah mengeluarkan 3,4 miliar dollar AS dalam bentuk tunai, layanan, dan software untuk mendukung kegiatan LSM di seluruh dunia. Jadi, ini memang sudah DNA kami.
Bagaimana Anda menjamin bahwa program yang dicanangkan bisa berkesinambungan?
Kami tidak akan terus berinvestasi di sebuah proyek. Pasti ada batas waktunya. Namun, kami akan memastikan program tersebut bisa terus berjalan. Saya yakin jika program sukses akan bisa terus berlanjut. Pendekatannya adalah membawa nilai tambah. Tanpa membawa nilai tambah tidak ada tujuan yang pasti untuk masyarakat. Penting bagi kami membawa nilai ke masyarakat karena teknologi bisa bermanfaat mendukung kreativitas dan inovasi. Teknologi bukan jawaban, tapi hanya alat saja. Kami tidak memberi jawaban, tapi sarana agar mereka bisa menemukan solusi sendiri sesuai kebutuhan. Kami tidak membawa uang, tapi mekanisme untuk tumbuh.
Kompas - Selasa, 23 MaretKirimKirim via YMCetak
Akhtar Badshah: Teknologi Informasi untuk Semua Lapisan Masyarakat
KOMPAS.com - Teknologi informasi bukan lagi barang eksklusif masyarakat kelas atas di perkotaan. Penetrasi teknologi informasi pun mulai diarahkan memasuki lapisan masyarakat kelas menengah dan bawah hingga ke pelosok pedesaan. Pemerataan akses teknologi informasi menjadi hal mutlak untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ketersediaan akses terhadap teknologi informasi saja tidak cukup karena tidak semua orang khususnya masyarakat yang baru mengenal teknologi informasi untuk pertama kali langsung merasa perlu sesuai kebutuhannya. Pendampingan yang erat terhadap pemanfaatan teknologi merupakan faktor penting.
Demikian salah satu topik pemaparan Akhtar Badshah, Senior Director Global Community Affairs Microsoft dalam pemaparannya dalam CSR Summit 2010 yang diselenggarakan Universitas Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kamis (11/3/2010) lalu. Akhtar secara khusus juga datang ke Indonesia untuk melihat langsung hasil inisiatif program sosialnya Microsoft Unlimited Potential (UP) di Indonesia.
Berikut petikan wawancara Kompas.com dengan Akhtar Badshah di sela-sela kunjungannya ke Indonesia.
Teknologi Microsoft sudah banyak digunakan orang. Lantas buat apa membuat CSR yang menghadirkan teknologi yang sama di tengah-tengah masyarakat?
Teknologi hanya alat. Tujuan kami dengan program ini adalah membawa teknologi agar masyarakat bisa menggunakan untuk mendukung cita-citanya dengan menggali potensi yang dimiliki.
Siapa saja yang menjadi sasarannya?
Orang punya banyak level berbeda dalam menggunakan teknologi dan banyak spektrum. Kami ingin teknologi bisa dimanfaatkan di semua lapisan masyarakat. Misalnya warga di pedesaan yang baru pertama kali menggunakan teknologi, mereka kami sasar. Kami juga menyasar mahasiswa agar mereka bisa mengembangkan teknologi. Kami juga menyasar entrepreneur agar dapat menggunakan teknologi untuk mendukung bisnisnya. Intinya potensi penggunaan teknologi meningkat di setiap level.
Apa ada komunitas masyarakat tertentu yang mendapat prioritas khusus?
Ada 4 kelompok yang kami utamakan. Pertama para pekerja migran dengan menghadirkan teknologi untuk meningkatkan ketrampilannya. Kelompok kedua petani dengan mendirikan Community Training Center (CTC) yang banyak tidak hanya untuk mereka sendiri tapi juga untuk anak-anak dan wanita di sekitarnya. Ketiga, penyandang cacat fisik agar teknologi bisa membantu pekerjaannya. Keempat, wanita agar lebih atraktif karena merekalah bagian penting dari keluarga, seperti anak-anak belajar dari ibunya.
Program apa yang dijalankan dan bagaimana targetnya?
Ada tiga target utama yang kami sasar. Pertama, mentransformasi pendidikan melalui pelatihan bagi para guru, penggunaan teknologi di kelas, dan penguatan institusi pendidikan. Kedua, mendorong inovasi lokal. Dan ketiga menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Apakah semua program tersebut juga dilakukan di Indonesia?
Kami punya semua proyek tersebut di Indonesia. Masing-masing melalui program yang disebut Partners in Learning di mana telah mejangkau 8 juta siswa di seluruh Indonesia. Kami juga sudah mendirikan 4 pusat inovasi software dengan menggandeng beberapa universitas di Indonesia. Bagi para enterpreneur kami juga menyediakan paket software pengembangan secara gratis untuk mendukung usahanya. Dengan program-program tersebut, kami ingin menjadikan teknologi perubahan positif di dunia.
Sejak kapan program ini dijalankan dan bagaimana hasilnya sejauh ini?
Sejauh ini, kami sudah mendirikan 40.000 pusat teknologi, bekerja sama dengan lebih dari 1000 LSM, dan menjangkau 120 juta orang sejak program tersebut dimulai tahun 2003. Untuk di Indonesia, 14,5 juta orang telah dijangkau dengan total dana yang dikeluarkan lebih dari 5 juta dollar AS. Sejak 2003 sampai sekarang, program ini juga sudah menghasilkan 10.000 orang dengan sertifikasi siap kerja dan menjalin kerja sama dengan 4.000 mitra.
Sebegitu pentingkah LSM sehingga harus bekerja sama dengan mereka untuk menjangkau target masyarakat?
Tentu saja. LSM sangat penting bagi kami karena mereka yang tahu komunitas, mereka yang berkecimpung di dalam komunitas, mereka yang membawa pesan dari komunitas. Maka, kami harus mendukungnya. Microsoft hanya datang membawa teknologi, tapi mereka yang menerapkannya di tengah masyarakat.
Kami juga mengembangkan jejaring LSM. Saat ini sudah terselenggara NGO Connection Day yang menguatkan kerja sama pembangunan kapasitas dan akses ke teknologi. Acara ini akan dilakukan di 30. Sejauh ini sudah 140 LSM tergabung di 14 negara sejak 2005. Microsoft juga memiliki program kepedulian karyawan yaitu 3 hari kerja sosial dalam satu tahun. Sejak 1983 Microsoft dfan karyawannya telah mengeluarkan 3,4 miliar dollar AS dalam bentuk tunai, layanan, dan software untuk mendukung kegiatan LSM di seluruh dunia. Jadi, ini memang sudah DNA kami.
Bagaimana Anda menjamin bahwa program yang dicanangkan bisa berkesinambungan?
Kami tidak akan terus berinvestasi di sebuah proyek. Pasti ada batas waktunya. Namun, kami akan memastikan program tersebut bisa terus berjalan. Saya yakin jika program sukses akan bisa terus berlanjut. Pendekatannya adalah membawa nilai tambah. Tanpa membawa nilai tambah tidak ada tujuan yang pasti untuk masyarakat. Penting bagi kami membawa nilai ke masyarakat karena teknologi bisa bermanfaat mendukung kreativitas dan inovasi. Teknologi bukan jawaban, tapi hanya alat saja. Kami tidak memberi jawaban, tapi sarana agar mereka bisa menemukan solusi sendiri sesuai kebutuhan. Kami tidak membawa uang, tapi mekanisme untuk tumbuh.
Sabtu, 20 Maret 2010
Virus Baru Pencuri Password Incar Facebook
Boston (ANTARA/Reuters) - Para peretas telah membanjiri Internet dengan "spam" yang tercemar virus yang mengincar sebanyak 400 juta pengguna Facebook dalam upaya mencuri password perbankan dan mengumpulkan informasi lain yang sensitif.
Surat elektronik memberi tahu penerima bahwa password di akun Facebook mereka telah diset-ulang, dan mendesak mereka mengklik "attachment" untuk memperoleh izin "login" baru, demikian penjelasan perusahaan pembuat perangkat lunak anti-virus McAfee Inc.
Jika "attachment" tersebut dibuka,maka beberapa jenis perangkat lunak jahat akan terunduh, termasuk satu program yang mencuri password, kata McAfee pekan ini.
Para peretas telah lama mengincar pemakai Facebook, dan mengirimi mereka pesan tercemar melalui sistem surat elektronik internal milik perusahaan jejaring sosial itu sendiri. Dengan serangan baru itu, mereka memanfaatkan surat elektronik rutin Internet untuk menyebarkan perangkat lunak jahat.
Jurubicara Facebook mengatakan perusahaan tersebut tak dapat mengomentari kasus tertentu, tapi menyatakan perbaikan status yang dikirim oleh perusahaan itu di jejaringnya Rabu pagi memperingatkan pemakai mengenai surat elektronik yang mengandung virus tersebut dan menyarankan pengguna agar menghapus surat elektronik itu dan memperingatkan teman-teman mereka.
McAfee memperingatkan para peretas mengirim puluhan juta "spam" ke seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia sejak aksi tersebut mulai berlangsung Selasa.
Dave Marcus, Direktur McAfee Urusan Komunikasi dan Penelitian Malware, mengatakan ia menduga para peretas akan berhasil menulari jutaan komputer.
"Dengan Facebook sebagai daya pikat anda, sebanyak 400 juta orang berpotensi mengklik "attachment" tersebut. Jika 10 persen saja berhasil, maka sebanyak 40 juta orang jadi korban," katanya.
Tulisan pada surat elektronik tersebut berbunyi "Facebook password reset confirmation customer support", kata Marcus.
Surat elektronik memberi tahu penerima bahwa password di akun Facebook mereka telah diset-ulang, dan mendesak mereka mengklik "attachment" untuk memperoleh izin "login" baru, demikian penjelasan perusahaan pembuat perangkat lunak anti-virus McAfee Inc.
Jika "attachment" tersebut dibuka,maka beberapa jenis perangkat lunak jahat akan terunduh, termasuk satu program yang mencuri password, kata McAfee pekan ini.
Para peretas telah lama mengincar pemakai Facebook, dan mengirimi mereka pesan tercemar melalui sistem surat elektronik internal milik perusahaan jejaring sosial itu sendiri. Dengan serangan baru itu, mereka memanfaatkan surat elektronik rutin Internet untuk menyebarkan perangkat lunak jahat.
Jurubicara Facebook mengatakan perusahaan tersebut tak dapat mengomentari kasus tertentu, tapi menyatakan perbaikan status yang dikirim oleh perusahaan itu di jejaringnya Rabu pagi memperingatkan pemakai mengenai surat elektronik yang mengandung virus tersebut dan menyarankan pengguna agar menghapus surat elektronik itu dan memperingatkan teman-teman mereka.
McAfee memperingatkan para peretas mengirim puluhan juta "spam" ke seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia sejak aksi tersebut mulai berlangsung Selasa.
Dave Marcus, Direktur McAfee Urusan Komunikasi dan Penelitian Malware, mengatakan ia menduga para peretas akan berhasil menulari jutaan komputer.
"Dengan Facebook sebagai daya pikat anda, sebanyak 400 juta orang berpotensi mengklik "attachment" tersebut. Jika 10 persen saja berhasil, maka sebanyak 40 juta orang jadi korban," katanya.
Tulisan pada surat elektronik tersebut berbunyi "Facebook password reset confirmation customer support", kata Marcus.
bacaan santai akhir pekan
TOPLES MAYONES
Manakala hidupmu tampak susah untuk dijalani ...
manakala 24 jam sehari terasa masih kurang ...
ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi.
* * * *
Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya.
Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples kosong mayones yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka menyetujuinya.
Kemudian dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples ... Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh .... Paramurid dengan suara bulat berkata, "Yes" ...
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Paramurid tertawa ....
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. "
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat"
"Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya -- hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf.. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."
"Jadi ..."
"Beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. "
"Bermainlah dengan anak-anakmu. "
"Luangkan waktu untuk check up kesehatan."
"Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam"
"Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf -- Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?"
Profesor tersenyum
"Saya senang kamu bertanya."
"Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat..."
* * * * *
Bagikanlah dengan "bola-bola golf" yang lain
Seperti yang telah saya lakukan .....
Manakala hidupmu tampak susah untuk dijalani ...
manakala 24 jam sehari terasa masih kurang ...
ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi.
* * * *
Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya.
Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples kosong mayones yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka menyetujuinya.
Kemudian dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples ... Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh .... Paramurid dengan suara bulat berkata, "Yes" ...
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Paramurid tertawa ....
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. "
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat"
"Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya -- hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf.. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."
"Jadi ..."
"Beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. "
"Bermainlah dengan anak-anakmu. "
"Luangkan waktu untuk check up kesehatan."
"Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam"
"Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf -- Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?"
Profesor tersenyum
"Saya senang kamu bertanya."
"Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat..."
* * * * *
Bagikanlah dengan "bola-bola golf" yang lain
Seperti yang telah saya lakukan .....
Rabu, 17 Maret 2010
Hasil Badan Akreditasi Nasional untuk Stikom
Hasil Akreditasi Program Studi di Stikom Uyelindo
bisa dilihat di :
http://ban-pt.depdiknas.go.id/hasil-akreditasi/newest/cari-hasil-akred.php
dengan keyword :
Kopertis Wilayah : 08
Tingkat : semua
Nama Perguruan Tinggi : st manajemen Informatika Komputer Uyelindo
Nama Program Studi :
Tahun Kadaluarsa Sk : semua
Status Kadaluarsa Sk : tampilkan semua
bisa dilihat di :
http://ban-pt.depdiknas.go.id/hasil-akreditasi/newest/cari-hasil-akred.php
dengan keyword :
Kopertis Wilayah : 08
Tingkat : semua
Nama Perguruan Tinggi : st manajemen Informatika Komputer Uyelindo
Nama Program Studi :
Tahun Kadaluarsa Sk : semua
Status Kadaluarsa Sk : tampilkan semua
fyi...
Sebanyak 11 Blog Indonesia Jadi Finalis The BOBs
Tempo - Selasa, 16 MaretKirimKirim via YMCetak
Sebanyak 11 Blog Indonesia Jadi Finalis The BOBs
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebanyak 11 situs blog asal Indonesia bersaing memperebutkan juara kategori blog berbahasa Indonesia di ajang The BOBs tahun ini. Salah satunya adalah blog Pecas Ndahe milik Wicaksono, wartawan senior Tempo.
The BOBs adalah ajang lomba blog tahunan yang digelar oleh radio asal Jerman, Deutsche Welle. Tahun ini ajang ini memperlombakan 17 kategori (11 di antaranya adalah kategori bahasa). Sebanyak 11 blog asal Indonesia termasuk ke dalam finalis ajang tersebut.
Ke-11 situs blog itu adalah Pecas Ndahe (http://ndorokakung.com/) milik Wicaksono, wartawan senior Tempo; Catatan-Catatan Dari Hati; BennyChandra dot com; Ayo ngeBlog!; Padepokan Budi Rahardjo; Nonadita; RomiSatriaWahono.Net; Blogguebo; Blog Dokter; dan Daily Social.
Pecas Ndahe juga menjadi finalis pada kategori Blogwurst Award. Kategori ini diberikan untuk blog yang sedikit nyeleneh dan menawarkan sesuatu yang betul-betul berbeda.
Blog Pecas Ndahe, seperti disebutkan dalam deskripsi singkat dari panitia The BOBs, adalah blog seorang jurnalis yang mengetengahkan diskusi soal isu terkini yang tak bisa dibicarakan di media massa. "Blog menarik ini dan perspektif penulisnya telah menginspirasi pembaca untuk melakukan kontemplasi," demikian lebih lanjut deskripsi tersebut.
Tempo - Selasa, 16 MaretKirimKirim via YMCetak
Sebanyak 11 Blog Indonesia Jadi Finalis The BOBs
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebanyak 11 situs blog asal Indonesia bersaing memperebutkan juara kategori blog berbahasa Indonesia di ajang The BOBs tahun ini. Salah satunya adalah blog Pecas Ndahe milik Wicaksono, wartawan senior Tempo.
The BOBs adalah ajang lomba blog tahunan yang digelar oleh radio asal Jerman, Deutsche Welle. Tahun ini ajang ini memperlombakan 17 kategori (11 di antaranya adalah kategori bahasa). Sebanyak 11 blog asal Indonesia termasuk ke dalam finalis ajang tersebut.
Ke-11 situs blog itu adalah Pecas Ndahe (http://ndorokakung.com/) milik Wicaksono, wartawan senior Tempo; Catatan-Catatan Dari Hati; BennyChandra dot com; Ayo ngeBlog!; Padepokan Budi Rahardjo; Nonadita; RomiSatriaWahono.Net; Blogguebo; Blog Dokter; dan Daily Social.
Pecas Ndahe juga menjadi finalis pada kategori Blogwurst Award. Kategori ini diberikan untuk blog yang sedikit nyeleneh dan menawarkan sesuatu yang betul-betul berbeda.
Blog Pecas Ndahe, seperti disebutkan dalam deskripsi singkat dari panitia The BOBs, adalah blog seorang jurnalis yang mengetengahkan diskusi soal isu terkini yang tak bisa dibicarakan di media massa. "Blog menarik ini dan perspektif penulisnya telah menginspirasi pembaca untuk melakukan kontemplasi," demikian lebih lanjut deskripsi tersebut.
Rabu, 10 Maret 2010
artikel IT
BPPT Kembangkan Teknologi Informasi untuk Tunanetra
Antara - Senin, 8 MaretKirim Kirim via YM Cetak
BPPT Kembangkan Teknologi Informasi untuk Tunanetra
Jakarta (ANTARA) - BPPT sedang mengembangkan program komputer bagi tunanetra yang mampu membantu mereka mengakses informasi selayaknya manusia normal.
"Program ini akan selesai tahun ini juga," kata Koordinator Pusat Sumber Daya Opensource Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Oskar Riandi seusai Pembukaan Pelatihan Komputer Bicara untuk Tunanetra di Jakarta, Senin.
Program tersebut, lanjut dia, adalah program Memdengar (Membaca dan Mendengar) berupa pembaca dokumen (dokument reader).
Caranya dokumen seperti buku hingga brosur dipindai (di-scan) dialihkan menjadi suatu teks di komputer menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan kemudian diterjemahkan dalam bentuk suara dengan teknologi screen reader.
"Ada fungsi tambahan linux dengan lisan untuk konfirmasi di mana komputer selalu mengatakan apa yang sedang dikerjakan si tunanetra, sehingga dia tahu apa yang sedang dilakukannya di layar komputer," kata Oskar.
Menurut dia, apa yang dikembangkan BPPT akan jauh lebih baik dibanding program yang saat ini digunakan oleh para tunanetra dalam mengakses komputer dan internet yakni program JAWS (Job Access With Speech) for Windows, suatu perangkat lunak Screen Reader dari AS.
"Program JAWS ini mahal, sampai 1.200 dollar AS untuk dua unit komputer, sementara program yang kami buat dibangun dengan opensource dan bisa diperoleh gratis," katanya.
Keunggulan dari apa yang dikembangkan BPPT, ujarnya, selain menggunakan bahasa Indonesia, juga menggunakan teknologi penterjemahan dari suara menjadi teks, sehingga tunanetra bisa berbicara melalui mikrofon ke komputer untuk diterjemahkan ke dalam perintah dan teks.
Keakuratannya kini mencapai 93 persen, menurut dia, sudah meningkat dibanding pertama kali mulai dilakukan riset.
Dikatakan Oskar, teknologi bahasa dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang merupakan prioritas nasional itu yakni speech recognition atau pengenal lisan, yang mengubah dari suara menjadi teks.
Sintesa suara yang mengubah teks menjadi suara, dan mesin penterjemah yang menterjemahkan bahasa Indonesia ke berbagai bahasa asing secara lisan maupun tertulis.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Didik Tarsidi, mengatakan, teknologi terkini telah membuat orang tunanetra menjadi seperti orang yang tidak buta.
"Dengan teknologi, tunanetra sekarang bisa mendapat akses internet dan informasi tak terbatas seperti layaknya orang yang melek," katanya.
Antara - Senin, 8 MaretKirim Kirim via YM Cetak
BPPT Kembangkan Teknologi Informasi untuk Tunanetra
Jakarta (ANTARA) - BPPT sedang mengembangkan program komputer bagi tunanetra yang mampu membantu mereka mengakses informasi selayaknya manusia normal.
"Program ini akan selesai tahun ini juga," kata Koordinator Pusat Sumber Daya Opensource Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Oskar Riandi seusai Pembukaan Pelatihan Komputer Bicara untuk Tunanetra di Jakarta, Senin.
Program tersebut, lanjut dia, adalah program Memdengar (Membaca dan Mendengar) berupa pembaca dokumen (dokument reader).
Caranya dokumen seperti buku hingga brosur dipindai (di-scan) dialihkan menjadi suatu teks di komputer menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan kemudian diterjemahkan dalam bentuk suara dengan teknologi screen reader.
"Ada fungsi tambahan linux dengan lisan untuk konfirmasi di mana komputer selalu mengatakan apa yang sedang dikerjakan si tunanetra, sehingga dia tahu apa yang sedang dilakukannya di layar komputer," kata Oskar.
Menurut dia, apa yang dikembangkan BPPT akan jauh lebih baik dibanding program yang saat ini digunakan oleh para tunanetra dalam mengakses komputer dan internet yakni program JAWS (Job Access With Speech) for Windows, suatu perangkat lunak Screen Reader dari AS.
"Program JAWS ini mahal, sampai 1.200 dollar AS untuk dua unit komputer, sementara program yang kami buat dibangun dengan opensource dan bisa diperoleh gratis," katanya.
Keunggulan dari apa yang dikembangkan BPPT, ujarnya, selain menggunakan bahasa Indonesia, juga menggunakan teknologi penterjemahan dari suara menjadi teks, sehingga tunanetra bisa berbicara melalui mikrofon ke komputer untuk diterjemahkan ke dalam perintah dan teks.
Keakuratannya kini mencapai 93 persen, menurut dia, sudah meningkat dibanding pertama kali mulai dilakukan riset.
Dikatakan Oskar, teknologi bahasa dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang merupakan prioritas nasional itu yakni speech recognition atau pengenal lisan, yang mengubah dari suara menjadi teks.
Sintesa suara yang mengubah teks menjadi suara, dan mesin penterjemah yang menterjemahkan bahasa Indonesia ke berbagai bahasa asing secara lisan maupun tertulis.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Didik Tarsidi, mengatakan, teknologi terkini telah membuat orang tunanetra menjadi seperti orang yang tidak buta.
"Dengan teknologi, tunanetra sekarang bisa mendapat akses internet dan informasi tak terbatas seperti layaknya orang yang melek," katanya.
Robot PRT akan Dibuat Lebih Ramping
fyi...
Para peneliti dari Universitas Tokyo berhasil menciptakan sebuah robot humanoid. Kali ini ia digadang-gandang mampu membereskan pekerjaan rumah apapun, layaknya pembantu rumah tangga (PRT).
Dengan tubuh yang dibuat mirip manusia, lengkap dengan mekanika kerangka, otot dan tendon, serta adanya tulang belakang palsu, ia mampu berjalan luwes seperti layaknya manusia.
Tim pembesut robot yang dipimpin oleh Profesor Nakanishi ini menamakannya "Kojiro".
Nakanishi berharap ke depannya ia bisa membuat Kojiro dalam bobot yang lebih ringan dan fleksibel agar lebih lincah untuk urusan beres-beres rumah.
Hal ini mengingat, meski sang robot sudah cukup mumpuni, namun pergerakannya lebih lambat. Dan satu hal yang dikuatirkan akan menimbulkan masalah adalah mengenai beratnya.
Dengan berat yang disandangnya, Kojiro ditakutkan bisa melukai manusia atau objek di sekelilingnya.
Kojiro, selain dilengkapi dengan sistem yang berisi sekitar 100 otot tendon, ia juga diberi sensor untuk melacak pergerakannya dan juga sebuah akselerometer dan dua giroskop untuk membantunya tetap seimbang.
Sejauh ini, para ahli coba menggerakkan Kojiro dengan memakai kontroler game. Namun untuk ke depan, seperti dikutip detikINET dari DailyMail, Rabu (10/3/2010), tim tersebut telah merencanakan akan membuat algoritma komputer untuk pergerakan yang kompleks.
Para peneliti dari Universitas Tokyo berhasil menciptakan sebuah robot humanoid. Kali ini ia digadang-gandang mampu membereskan pekerjaan rumah apapun, layaknya pembantu rumah tangga (PRT).
Dengan tubuh yang dibuat mirip manusia, lengkap dengan mekanika kerangka, otot dan tendon, serta adanya tulang belakang palsu, ia mampu berjalan luwes seperti layaknya manusia.
Tim pembesut robot yang dipimpin oleh Profesor Nakanishi ini menamakannya "Kojiro".
Nakanishi berharap ke depannya ia bisa membuat Kojiro dalam bobot yang lebih ringan dan fleksibel agar lebih lincah untuk urusan beres-beres rumah.
Hal ini mengingat, meski sang robot sudah cukup mumpuni, namun pergerakannya lebih lambat. Dan satu hal yang dikuatirkan akan menimbulkan masalah adalah mengenai beratnya.
Dengan berat yang disandangnya, Kojiro ditakutkan bisa melukai manusia atau objek di sekelilingnya.
Kojiro, selain dilengkapi dengan sistem yang berisi sekitar 100 otot tendon, ia juga diberi sensor untuk melacak pergerakannya dan juga sebuah akselerometer dan dua giroskop untuk membantunya tetap seimbang.
Sejauh ini, para ahli coba menggerakkan Kojiro dengan memakai kontroler game. Namun untuk ke depan, seperti dikutip detikINET dari DailyMail, Rabu (10/3/2010), tim tersebut telah merencanakan akan membuat algoritma komputer untuk pergerakan yang kompleks.
Selasa, 09 Maret 2010
fyi
Tanpa SDM Memadai, Impelementasi TIK Gagal
detikcom - Senin, 8 Maret
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang cepat, menjadikan setiap negara, termasuk Indonesia, harus siap untuk menghadapinya. Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu kunci utama dalam penguasaan teknologi. "Tanpa dukungan SDM yang memadai, maka seringkali suatu implementasi teknologi informasi menghadapi kegagalan," demikian tulis akademisi TI, I Made Wiryana, dalam keterangannya kepada detikINET, Senin (8/3/2010). Menurut dia, peningkatan kualitas SDM di Indonesia tidak saja ditempuh melalui jalur pendidikan ataupun pelatihan, tetapi juga melalui peran komunitas profesi yang ada. "Keberadaan organisasi profesi akan memfasilitasi proses perbaikan kualitas SDM secara berkesinambungan," tukasnya. Salah satu organisasi yang terkait dengan bidang TIK di Indonesia adalah Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (IPKIN). Organisasi nirlaba independen ini beranggotakan para profesional di bidang komputer dan informatika. Agar tujuan untuk menunjang pembangunan nasional lewat pemanfaatan dan pengembangan TIK di Indonesia bisa tercapai, IPKIN pun melakukan upaya revitalisasi dengan mengubah kepengurusan yang baru untuk periode 2010-2012. "IPKIN berupaya berperan sebagai wadah komunikasi, konsultasi dan koordinasi antar anggota," kata Made yang juga anggota bidang program IPKIN. Organisasi profesi bidang TI ini telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1974. Awalnya dibentuk dengan nama Himpunan Pemakai Komputer Indonesia (HPKI) pada 18 April 1974, lalu kemudian pada 30 Juli 1974 dibentuk kepengurusan dan diubah menjadi Ikatan Pengguna Komputer Indonesia (IPKIN). IPKIN juga telah mengadakan sejumlah kegiatan seperti Konferensi Komputer Nasional, SEARCC Conference, SEARCC Expo, dan beberapa kajian seperti pendidikan komputer di Indonesia, kajian tentang standar kompetensi TI dan pemetaan SDM TI yang telah dipublikasikan. "Pada tahun 2010 ini diupayakan usaha revitalisasi kegiatan IPKIN yang dimulai dengan pembentukan kepengurusan baru," ujar Made. Kepengurusan baru ini merupakan kombinasi berbagai pihak dan diharapkan dapat melaksanakan beberapa program kerja mendatang dari IPKIN. Berikut adalah nama pengurus baru IPKIN periode 2010-2012 yang disahkan pada acara Serah Terima Pengurus di Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, belum lama ini:
Dewan Pembina : Hari Sulistyono, Fritz E Simanuntak Ketua Umum : Eko K Budiardjo Wakil Ketua Umum : Indra Utoyo Sekjen I : ES Margianti Sekjen II : Bambang Gunadi Bendahara : Trini Saptariani Bidang Teknologi : Sammy Pangarepan, Kemal Prihatman Bidang Pembinaan : Zainal Hasibuan, Eri Prasetyo Wibowo Bidang Program : Loly Amalia Abdullah, I Made Wiryana Bidang Pendidikan dan Latihan : Djuharsa M.
detikcom - Senin, 8 Maret
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang cepat, menjadikan setiap negara, termasuk Indonesia, harus siap untuk menghadapinya. Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu kunci utama dalam penguasaan teknologi. "Tanpa dukungan SDM yang memadai, maka seringkali suatu implementasi teknologi informasi menghadapi kegagalan," demikian tulis akademisi TI, I Made Wiryana, dalam keterangannya kepada detikINET, Senin (8/3/2010). Menurut dia, peningkatan kualitas SDM di Indonesia tidak saja ditempuh melalui jalur pendidikan ataupun pelatihan, tetapi juga melalui peran komunitas profesi yang ada. "Keberadaan organisasi profesi akan memfasilitasi proses perbaikan kualitas SDM secara berkesinambungan," tukasnya. Salah satu organisasi yang terkait dengan bidang TIK di Indonesia adalah Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (IPKIN). Organisasi nirlaba independen ini beranggotakan para profesional di bidang komputer dan informatika. Agar tujuan untuk menunjang pembangunan nasional lewat pemanfaatan dan pengembangan TIK di Indonesia bisa tercapai, IPKIN pun melakukan upaya revitalisasi dengan mengubah kepengurusan yang baru untuk periode 2010-2012. "IPKIN berupaya berperan sebagai wadah komunikasi, konsultasi dan koordinasi antar anggota," kata Made yang juga anggota bidang program IPKIN. Organisasi profesi bidang TI ini telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1974. Awalnya dibentuk dengan nama Himpunan Pemakai Komputer Indonesia (HPKI) pada 18 April 1974, lalu kemudian pada 30 Juli 1974 dibentuk kepengurusan dan diubah menjadi Ikatan Pengguna Komputer Indonesia (IPKIN). IPKIN juga telah mengadakan sejumlah kegiatan seperti Konferensi Komputer Nasional, SEARCC Conference, SEARCC Expo, dan beberapa kajian seperti pendidikan komputer di Indonesia, kajian tentang standar kompetensi TI dan pemetaan SDM TI yang telah dipublikasikan. "Pada tahun 2010 ini diupayakan usaha revitalisasi kegiatan IPKIN yang dimulai dengan pembentukan kepengurusan baru," ujar Made. Kepengurusan baru ini merupakan kombinasi berbagai pihak dan diharapkan dapat melaksanakan beberapa program kerja mendatang dari IPKIN. Berikut adalah nama pengurus baru IPKIN periode 2010-2012 yang disahkan pada acara Serah Terima Pengurus di Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, belum lama ini:
Dewan Pembina : Hari Sulistyono, Fritz E Simanuntak Ketua Umum : Eko K Budiardjo Wakil Ketua Umum : Indra Utoyo Sekjen I : ES Margianti Sekjen II : Bambang Gunadi Bendahara : Trini Saptariani Bidang Teknologi : Sammy Pangarepan, Kemal Prihatman Bidang Pembinaan : Zainal Hasibuan, Eri Prasetyo Wibowo Bidang Program : Loly Amalia Abdullah, I Made Wiryana Bidang Pendidikan dan Latihan : Djuharsa M.
Rabu, 03 Maret 2010
FYI ...
Samsung Beredar Akhir Maret 2010
detikcom - Rabu, 3 Maret
Samsung Electronics mengeluarkan teknologi 3D high definition (HD) untuk produk televisi terbarunya. Teknologi ini akan dapat digunakan di beberapa seri terbaru keluaran Samsung seperti televisi LCD, Plasma, dan LED.
Peluncuran teknologi 3D ini dilaksanakan di Suntec City, Singapura, dengan pagelaran yang diberi nama Samsung SEA Forum 2010. Peluncurannya pun tergolong mewah karena mengundang media dari kawasan Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan tentunya Indonesia.
"Apa yang ingin dilakukan Samsung adalah maju selangkah ke masa depan dibandingkan kompetitor lainnya," ujar Managing Director Samsung Electronics Indonesia, Yoo Young Kim, seperti disaksikan detikINET.
Teknologi ini nantinya akan dapat digunakan pada TV LCD, Plasma dan LED. Meski sudah diluncurkan, namun teknologi ini belum langsung dipasarkan di Indonesia. Berdasarkan informasi, masyarakat baru akan bisa merasakan kenyamanan teknologi ini akhir Maret.
"TV LED 3D harganya lebih mahal dibanding harga normal," ujar Kim yang belum mau mengungkap soal harga yang ditawarkan.
Baru saja beberapa bulan lalu Samsung meluncurkan TV LED mereka, televisi yang diklaim paling tipis di dunia. Namun dengan keluarnya teknologi yang lebih baru ini, Samsung membantah jika mereka dianggap tidak akan fokus pada pasar sebelumnya.
"3D hanya merupakan penambahan, bukan seri baru," lanjut Kim.
Teknologi 3D ini baru bisa dirasakan kehebatannya dengan kacamata yang memang disediakan secara khusus. Tanpa itu, kita justru hanya melihat sebuah gambar yang berbayang.
Namun dengan kacamata tersebut, kita seakan-akan berada di dalam televisi tersebut. Setiap gambar yang ditampilkan begitu hidup. Terlebih lagi untuk acara olahraga atau film action.
Kim belum bisa memastikan, kapan teknologi 3D menjadi sebuah kebutuhan dalam menonton televisi. Namun ia yakin, cepat atau lambat, waktu itu akan datang.
"Beberapa tahun lalu, TV LCD hanya mimpi. Tapi lihat sekarang," pungkasnya.
SUMBER : DETICOM
detikcom - Rabu, 3 Maret
Samsung Electronics mengeluarkan teknologi 3D high definition (HD) untuk produk televisi terbarunya. Teknologi ini akan dapat digunakan di beberapa seri terbaru keluaran Samsung seperti televisi LCD, Plasma, dan LED.
Peluncuran teknologi 3D ini dilaksanakan di Suntec City, Singapura, dengan pagelaran yang diberi nama Samsung SEA Forum 2010. Peluncurannya pun tergolong mewah karena mengundang media dari kawasan Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan tentunya Indonesia.
"Apa yang ingin dilakukan Samsung adalah maju selangkah ke masa depan dibandingkan kompetitor lainnya," ujar Managing Director Samsung Electronics Indonesia, Yoo Young Kim, seperti disaksikan detikINET.
Teknologi ini nantinya akan dapat digunakan pada TV LCD, Plasma dan LED. Meski sudah diluncurkan, namun teknologi ini belum langsung dipasarkan di Indonesia. Berdasarkan informasi, masyarakat baru akan bisa merasakan kenyamanan teknologi ini akhir Maret.
"TV LED 3D harganya lebih mahal dibanding harga normal," ujar Kim yang belum mau mengungkap soal harga yang ditawarkan.
Baru saja beberapa bulan lalu Samsung meluncurkan TV LED mereka, televisi yang diklaim paling tipis di dunia. Namun dengan keluarnya teknologi yang lebih baru ini, Samsung membantah jika mereka dianggap tidak akan fokus pada pasar sebelumnya.
"3D hanya merupakan penambahan, bukan seri baru," lanjut Kim.
Teknologi 3D ini baru bisa dirasakan kehebatannya dengan kacamata yang memang disediakan secara khusus. Tanpa itu, kita justru hanya melihat sebuah gambar yang berbayang.
Namun dengan kacamata tersebut, kita seakan-akan berada di dalam televisi tersebut. Setiap gambar yang ditampilkan begitu hidup. Terlebih lagi untuk acara olahraga atau film action.
Kim belum bisa memastikan, kapan teknologi 3D menjadi sebuah kebutuhan dalam menonton televisi. Namun ia yakin, cepat atau lambat, waktu itu akan datang.
"Beberapa tahun lalu, TV LCD hanya mimpi. Tapi lihat sekarang," pungkasnya.
SUMBER : DETICOM
Senin, 01 Maret 2010
Stikom masuk 30 besar daftar PT terbaik Indonesia 2009
Berdasarkan surat edaran Kementerian Pendidikan Nasional, tanggal 3 Februari 2010 tentang Diseminasi Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi 2010
Stikom Uyelindo termasuk dalam daftar 58 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia Tahun 2009 dan menenmpati urutan 27.
Peringkat ini ini dinilai sangat baik sebagai PT baru karena masih menggungguli PT lain yang sudah mapan. Dan yang patut dibanggakan adalah satu-satunya PT di wilayah Propinsi NTT yang masuk kategori tersebut.
Vivat Stikom Uyelindo Kupang. Semoga bisa dipertahankan kedepan
selangkapnya bisa dibaca di :
http://dikti.go.id/index.php/component/content/article/43-berita/administrator/snmptn/administrator/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=250&Itemid=57
Stikom Uyelindo termasuk dalam daftar 58 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia Tahun 2009 dan menenmpati urutan 27.
Peringkat ini ini dinilai sangat baik sebagai PT baru karena masih menggungguli PT lain yang sudah mapan. Dan yang patut dibanggakan adalah satu-satunya PT di wilayah Propinsi NTT yang masuk kategori tersebut.
Vivat Stikom Uyelindo Kupang. Semoga bisa dipertahankan kedepan
selangkapnya bisa dibaca di :
http://dikti.go.id/index.php/component/content/article/43-berita/administrator/snmptn/administrator/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=250&Itemid=57
Langganan:
Komentar (Atom)
tentang saya
- skyfromKayuPutih
- Blog ini telah bertransformasi dan fokus pada tulisan di bidang TIK, info akademik, pembahasan soal-soal dari matakuliah informatika