VIVAnews - Advanced Micro Devices dikabarkan tengah menyiapkan kehadiran dua prosesor quad core ekonomis. Prosesor tersebut, menggunakan basis core Propus, tidak memiliki L3 cache di dalamnya.
Prosesor yang secara pabrikan memang didesain tidak memiliki L3 cache tersebut menggunakan daya maksimum 95 watt saat bekerja. Dan untuk pertamakalinya, saat diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2010 ini, prosesor tersebut mampu berjalan pada kecepatan 3GHz.
Seperti VIVAnews kutip dari Fudzilla, 18 Februari 2010, Athlon II X4 635 yang saat ini beredar merupakan prosesor berbasis core Propus tercepat yang tersedia. Kecepatannya adalah 2,9GHz. Adapun prosesor yang akan menggantikannya di Q2 2010 tersebut adalah Athlon II X4 640.
Dari sisi spesifikasi, keduanya memiliki fitur sama. Total L2 cache sebesar 2MB, tak ada L3 cache, dukungan DDR3 1333, dan soket AM3.
Selain itu, sekitar satu kuartal berikutnya, yakni di pertengahan kuartal ketiga 2010, AMD juga punya rencana menghadirkan seri lain. Masih dengan core Propus dan memiliki empat inti, prosesor tersebut akan hadir dengan nama Athlon II X4 645. Kecepatannya mencapai 3,1GHz. Dan sesuai rencana AMD di tahun 2010 ini, prosesor tersebut akan menjadi Athlon II X4 tercepat yang akan dihadirkan.
Seperti diketahui, AMD saat ini masih berkutat di teknologi manufaktur 45 nanometer. Padahal, pesaingnya, Intel, sudah mulai menjual prosesor dual core 32 nanometer setahun penuh sebelum AMD mulai menjual produk 32 nanometer mereka.
• VIVAnews
Blog ini sebagai suplemen informasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, program komputer, informasi untuk Pendidikan Tinggi. Selain itu mengutip dan mensharing dari berbagai sumber yang terkait.
Kamis, 18 Februari 2010
Google Sumbang 2 Juta Dolar AS ke Wikipedia
FYI...
VIVAnews - Dari tweet yang dikirimkan oleh Jimmy Wales, pendiri Wikipedia, Google baru saja mendonasikan dana sebesar 2 juta dolar AS ke Wikimedia Foundation.
Wales menyebutkan, pengumuman resmi suputar donasi tersebut akan dilakukan segera.
Wikimedia Foundation sendiri merupakan organisasi non profit yang fokus ke pengembangan konten multilingual gratis sampai ke proyek-proyek berbasis wiki.
Selain mengoperasionalkan Wikipedia, Wikimedia Foundation juga telah membantu mengembangkan Wikimedia Commons, Wiktionary, Wikisource, Wikiquote, Wikibooks, Wikinews, dan Wikiversity.
Awal tahun ini, Wikimedia mengumumkan bahwa mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar 8 juta dolar AS untuk membiayai operasional mereka di tahun fiskal 2009-2010. Angka tersebut melampaui target sampai akhir 2009 yang dipatok pada 7,5 juta dolar AS.
Seperti VIVAnews kutip dari Techcrunch, 18 Februari 2010, Wikimedia mendapatkan sumbangan lebih dari 230 ribu pihak. Naik dari 125 donor yang mereka terima di tahun 2008-2009.
Baru-baru ini, Wikimedia Foundation menambah anggota dewan penasihat mereka yakni Craig Newmark yang merupakan pendiri Craigslist serta Mitch Kapor, seorang pakar teknologi.
• VIVAnews
VIVAnews - Dari tweet yang dikirimkan oleh Jimmy Wales, pendiri Wikipedia, Google baru saja mendonasikan dana sebesar 2 juta dolar AS ke Wikimedia Foundation.
Wales menyebutkan, pengumuman resmi suputar donasi tersebut akan dilakukan segera.
Wikimedia Foundation sendiri merupakan organisasi non profit yang fokus ke pengembangan konten multilingual gratis sampai ke proyek-proyek berbasis wiki.
Selain mengoperasionalkan Wikipedia, Wikimedia Foundation juga telah membantu mengembangkan Wikimedia Commons, Wiktionary, Wikisource, Wikiquote, Wikibooks, Wikinews, dan Wikiversity.
Awal tahun ini, Wikimedia mengumumkan bahwa mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar 8 juta dolar AS untuk membiayai operasional mereka di tahun fiskal 2009-2010. Angka tersebut melampaui target sampai akhir 2009 yang dipatok pada 7,5 juta dolar AS.
Seperti VIVAnews kutip dari Techcrunch, 18 Februari 2010, Wikimedia mendapatkan sumbangan lebih dari 230 ribu pihak. Naik dari 125 donor yang mereka terima di tahun 2008-2009.
Baru-baru ini, Wikimedia Foundation menambah anggota dewan penasihat mereka yakni Craig Newmark yang merupakan pendiri Craigslist serta Mitch Kapor, seorang pakar teknologi.
• VIVAnews
Sabtu, 13 Februari 2010
FYI- Google Buzz
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Sambutan terhadap Google Buzz tergolong meriah di internet meski layanan semacam itu sebenarnya bukan hal baru. Yahoo! bahkan sudah menyediakan fitur serupa di layanan emailnya sejak 1,5 tahun lalu.
"Hal seperti itu sudah hampir 1,5 tahun sejak Yahoo pertama kali mleuncurkan Yahoo Updates, fitur sosial yang memungkinkan orang berbagi ststus, konten, dan aktivitas online, dan tetap terhubung dengan apa yang sedang dilakukan teman dan keluarganya di Yahoo maupun web lainnya," demikian pernyataan Yahoo menanggapi kehadiran Google Buzz seperti dilansir PC World.
Salah satu komponen di Yahoo Updates diberi nama Yahoo Buzz, layanan pemeringkat update informasi dan cerita yang mulai tersedia sejak November 2008. Layanan ini menyediakan fitur bari pengguna Yahoo!Mail untuk berbagi foto, mengubah status, menulis cerita, atau review barang atau jasa.
Meski namanya dijiplak Google, Yahoo tidak merespon saat ditanya apakah akan menggugat hal tersebut. Sebaliknya, Yahoo malah melihat hal tersebut keuntungan baginya karena bisa mendongkrak layanannya yang kini sudah menjalin kerja sama dengan 200 layanan online baik miliknya maupun bukan seperti Flickr, Twitter, dan Yelp.
Nah, bagaimana akhir cerita persaingan fitur jejaring sosial ini? Yahoo makin terkenal atau digilas Google? Atau malah dua-duanya tenggelam di antara popularitas Facebook dan Twitter?
"Hal seperti itu sudah hampir 1,5 tahun sejak Yahoo pertama kali mleuncurkan Yahoo Updates, fitur sosial yang memungkinkan orang berbagi ststus, konten, dan aktivitas online, dan tetap terhubung dengan apa yang sedang dilakukan teman dan keluarganya di Yahoo maupun web lainnya," demikian pernyataan Yahoo menanggapi kehadiran Google Buzz seperti dilansir PC World.
Salah satu komponen di Yahoo Updates diberi nama Yahoo Buzz, layanan pemeringkat update informasi dan cerita yang mulai tersedia sejak November 2008. Layanan ini menyediakan fitur bari pengguna Yahoo!Mail untuk berbagi foto, mengubah status, menulis cerita, atau review barang atau jasa.
Meski namanya dijiplak Google, Yahoo tidak merespon saat ditanya apakah akan menggugat hal tersebut. Sebaliknya, Yahoo malah melihat hal tersebut keuntungan baginya karena bisa mendongkrak layanannya yang kini sudah menjalin kerja sama dengan 200 layanan online baik miliknya maupun bukan seperti Flickr, Twitter, dan Yelp.
Nah, bagaimana akhir cerita persaingan fitur jejaring sosial ini? Yahoo makin terkenal atau digilas Google? Atau malah dua-duanya tenggelam di antara popularitas Facebook dan Twitter?
Fyi -Hacker
Serangan Hacker Australia Protes Sensor Pornografi
CANBERRA, KOMPAS.com - Para peretas komputer (hacker) melumpuhkan sejumlah situs resmi milik Pemerintah Australia, Rabu (10/2/2010), dalam suatu serangan terkordinasi. Serangan ini ditengarai sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah melakukan penyaringan atau sensor internet, terutama untuk situs-situs pornografi.
Serangan yang dikonfirmasi oleh Kejaksaan Agung Australia itu melumpuhkan situs Parlemen Australia selama hampir satu jam, termasuk situs Departemen Komunikasi, yang mendorong kebijakan penyaringan atau sensor internet untuk situs pornografi dan yang berisi hal-hal yang bersifat menghina atau menyerang.
Serangan itu dilakukan oleh para peretas yang mengklaim dirinya kelompok anti-gereja Scientology, yang dikenal sebagai "Anonymous" (anonim). "Tidak satu pemerintah pun seharusnya memiliki hak untuk menolak akses warga negaranya atas informasi hanya karena mereka melihat itu sebagai 'tidak diinginkan'," menurut kelompok itu dalam sebuah surat elektronik yang dilansir Antara.
Pemerintah kiri-tengah Australia yang menghadapi pemilihan umum akhir tahun ini, telah berjanji untuk menyaring internet di negeri itu dengan cara memblokir situs-situs yang sensitif, antara lain situs yang mengandung unsur-unsur pelecehan anak dan pornografi. Hukum tentang itu akan dibahas di parlemen segera.
Sebuah jajak pendapat atas media penyiaran di negara tersebut pekan ini oleh McNair Ingenuity Research, menemukan 80 persen dari 1.000 responden mendukung rencana penyaringan yang ditentang oleh kelompok kebebasan berpendapat itu.
CANBERRA, KOMPAS.com - Para peretas komputer (hacker) melumpuhkan sejumlah situs resmi milik Pemerintah Australia, Rabu (10/2/2010), dalam suatu serangan terkordinasi. Serangan ini ditengarai sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah melakukan penyaringan atau sensor internet, terutama untuk situs-situs pornografi.
Serangan yang dikonfirmasi oleh Kejaksaan Agung Australia itu melumpuhkan situs Parlemen Australia selama hampir satu jam, termasuk situs Departemen Komunikasi, yang mendorong kebijakan penyaringan atau sensor internet untuk situs pornografi dan yang berisi hal-hal yang bersifat menghina atau menyerang.
Serangan itu dilakukan oleh para peretas yang mengklaim dirinya kelompok anti-gereja Scientology, yang dikenal sebagai "Anonymous" (anonim). "Tidak satu pemerintah pun seharusnya memiliki hak untuk menolak akses warga negaranya atas informasi hanya karena mereka melihat itu sebagai 'tidak diinginkan'," menurut kelompok itu dalam sebuah surat elektronik yang dilansir Antara.
Pemerintah kiri-tengah Australia yang menghadapi pemilihan umum akhir tahun ini, telah berjanji untuk menyaring internet di negeri itu dengan cara memblokir situs-situs yang sensitif, antara lain situs yang mengandung unsur-unsur pelecehan anak dan pornografi. Hukum tentang itu akan dibahas di parlemen segera.
Sebuah jajak pendapat atas media penyiaran di negara tersebut pekan ini oleh McNair Ingenuity Research, menemukan 80 persen dari 1.000 responden mendukung rencana penyaringan yang ditentang oleh kelompok kebebasan berpendapat itu.
Ribuan "E-Book" Digratiskan
kabar gembira buat kaum akademisi dan netter
JAKARTA, KOMPAS.com — Musim semi ini, Perpustakaan Inggris berjanji akan menggratiskan 65.000 e-book. Buku-buku ini dikarang oleh para penulis abad ke-19 yang masa hak ciptanya sudah habis, seperti Charles Dickens dan Jane Austen. Karya para penulis ini—dengan bantuan pendanaan dari Microsoft—akan tersedia bagi para pengguna Kindle.
Buku-buku ini akan diterbitkan persis aslinya, dengan tipe huruf dan ilustrasi seperti aslinya. Buku ini juga tersedia dalam versi cetak yang bisa dibeli dari Amazon dengan harga kisaran 15 poundsterling.
Inilah pertama kalinya edisi-edisi pertama tersebut muncul dalam bentuk elektronik. Pihak perpustakaan dan Microsoft membutuhkan waktu tiga tahun untuk melarik semua buku tersebut. Rencananya, buku-buku awal abad ke-20 juga akan didigitalkan.
“Membebaskan buku-buku historis dari rak-rak buku berpotensi merevolusionerkan akses ke sumber daya kepustakaan terbesar dunia,” tulis pelaksana Kepala Perpustakaan Inggris, Lynne Brindley, di The Times. Ia juga mengatakan bahwa menggratiskan fiksi abad ke-19 melalui ebook reader Kindle akan mengantarkan banyak pembaca baru di seluruh dunia ke harta literatur yang terlupakan selama ini.
Menurut Brindley, perpustakaannya memiliki target untuk menyediakan 50 juta item dalam format digital pada tahun 2020.
JAKARTA, KOMPAS.com — Musim semi ini, Perpustakaan Inggris berjanji akan menggratiskan 65.000 e-book. Buku-buku ini dikarang oleh para penulis abad ke-19 yang masa hak ciptanya sudah habis, seperti Charles Dickens dan Jane Austen. Karya para penulis ini—dengan bantuan pendanaan dari Microsoft—akan tersedia bagi para pengguna Kindle.
Buku-buku ini akan diterbitkan persis aslinya, dengan tipe huruf dan ilustrasi seperti aslinya. Buku ini juga tersedia dalam versi cetak yang bisa dibeli dari Amazon dengan harga kisaran 15 poundsterling.
Inilah pertama kalinya edisi-edisi pertama tersebut muncul dalam bentuk elektronik. Pihak perpustakaan dan Microsoft membutuhkan waktu tiga tahun untuk melarik semua buku tersebut. Rencananya, buku-buku awal abad ke-20 juga akan didigitalkan.
“Membebaskan buku-buku historis dari rak-rak buku berpotensi merevolusionerkan akses ke sumber daya kepustakaan terbesar dunia,” tulis pelaksana Kepala Perpustakaan Inggris, Lynne Brindley, di The Times. Ia juga mengatakan bahwa menggratiskan fiksi abad ke-19 melalui ebook reader Kindle akan mengantarkan banyak pembaca baru di seluruh dunia ke harta literatur yang terlupakan selama ini.
Menurut Brindley, perpustakaannya memiliki target untuk menyediakan 50 juta item dalam format digital pada tahun 2020.
Kamis, 04 Februari 2010
Pengaruh internet terhadap anak
fyi...
DAVOS, KOMPAS.com - Saat data begitu melimpah di internet, informasi apapun tersedia dan bisa diperoleh dengan mudah. Namun, kecanggihan teknologi internet yang mengalami booming dalam satu dekade terakhir ini juga dikhawatirkan bisa berdampak buruk khususnya bagi anak-anak dan generasi mendatang.
Eric Schmidt, sebagai CEO Google, salah satu perusahaan internet terbesar, adalah salah satu orang yang juga mengkhawatirkannya. Hal tersebut diungkapkannya dalam World Economic Forum di Davos, Swiss belum lama ini.
Ia mengatakan anak-anak yang lahir dan tumbuh di era informasi instan seperti sekarang ini mungkin mengalami masalah untuk melakukan deep reading atau membaca secara mendalam. Menurutnya, informasi instan yang bisa didapat dari layar komputer bahkan ponsel mungkin bisa berpengaruh terhadap kognitif dan kemampuan membaca.
"Di saat seluruh dunia bisa dilihat dari perangkat instan seperti itu, Anda menghabiskan waktu lebih sedikit untuk membaca segala bentuk literatur, buku, majalah, dan sejenisnya," ujarnya, Jumat (29/1/2010) seperti dilansir AFP.
Meskipun demikian, Schmidt tak terlalu mengkhawatirkan dampak perangkat game bagi anak-anak. Bahkan, menurutnya, banyak bukti bahwa game bisa meningkatkan daya pikir, kemampuan mengambil keputusan, dan ketrampilan koordinasi mata dan tangan.
Kekhawatiran Schmidt tersebut mungkin dijawab dengan berkembangnya akses e-book dengan diluncurkannya Kindle, Sony e-Reader, dan terakhir iPad. Namun, bisakah e-book mendongkrak kemampuan membaca mendalam seperti yang diharapkan Schmidt?
DAVOS, KOMPAS.com - Saat data begitu melimpah di internet, informasi apapun tersedia dan bisa diperoleh dengan mudah. Namun, kecanggihan teknologi internet yang mengalami booming dalam satu dekade terakhir ini juga dikhawatirkan bisa berdampak buruk khususnya bagi anak-anak dan generasi mendatang.
Eric Schmidt, sebagai CEO Google, salah satu perusahaan internet terbesar, adalah salah satu orang yang juga mengkhawatirkannya. Hal tersebut diungkapkannya dalam World Economic Forum di Davos, Swiss belum lama ini.
Ia mengatakan anak-anak yang lahir dan tumbuh di era informasi instan seperti sekarang ini mungkin mengalami masalah untuk melakukan deep reading atau membaca secara mendalam. Menurutnya, informasi instan yang bisa didapat dari layar komputer bahkan ponsel mungkin bisa berpengaruh terhadap kognitif dan kemampuan membaca.
"Di saat seluruh dunia bisa dilihat dari perangkat instan seperti itu, Anda menghabiskan waktu lebih sedikit untuk membaca segala bentuk literatur, buku, majalah, dan sejenisnya," ujarnya, Jumat (29/1/2010) seperti dilansir AFP.
Meskipun demikian, Schmidt tak terlalu mengkhawatirkan dampak perangkat game bagi anak-anak. Bahkan, menurutnya, banyak bukti bahwa game bisa meningkatkan daya pikir, kemampuan mengambil keputusan, dan ketrampilan koordinasi mata dan tangan.
Kekhawatiran Schmidt tersebut mungkin dijawab dengan berkembangnya akses e-book dengan diluncurkannya Kindle, Sony e-Reader, dan terakhir iPad. Namun, bisakah e-book mendongkrak kemampuan membaca mendalam seperti yang diharapkan Schmidt?
nternet Bisa Bikin Anak Malas Membaca
fyi
DAVOS, KOMPAS.com - Saat data begitu melimpah di internet, informasi apapun tersedia dan bisa diperoleh dengan mudah. Namun, kecanggihan teknologi internet yang mengalami booming dalam satu dekade terakhir ini juga dikhawatirkan bisa berdampak buruk khususnya bagi anak-anak dan generasi mendatang.
Eric Schmidt, sebagai CEO Google, salah satu perusahaan internet terbesar, adalah salah satu orang yang juga mengkhawatirkannya. Hal tersebut diungkapkannya dalam World Economic Forum di Davos, Swiss belum lama ini.
Ia mengatakan anak-anak yang lahir dan tumbuh di era informasi instan seperti sekarang ini mungkin mengalami masalah untuk melakukan deep reading atau membaca secara mendalam. Menurutnya, informasi instan yang bisa didapat dari layar komputer bahkan ponsel mungkin bisa berpengaruh terhadap kognitif dan kemampuan membaca.
"Di saat seluruh dunia bisa dilihat dari perangkat instan seperti itu, Anda menghabiskan waktu lebih sedikit untuk membaca segala bentuk literatur, buku, majalah, dan sejenisnya," ujarnya, Jumat (29/1/2010) seperti dilansir AFP.
Meskipun demikian, Schmidt tak terlalu mengkhawatirkan dampak perangkat game bagi anak-anak. Bahkan, menurutnya, banyak bukti bahwa game bisa meningkatkan daya pikir, kemampuan mengambil keputusan, dan ketrampilan koordinasi mata dan tangan.
Kekhawatiran Schmidt tersebut mungkin dijawab dengan berkembangnya akses e-book dengan diluncurkannya Kindle, Sony e-Reader, dan terakhir iPad. Namun, bisakah e-book mendongkrak kemampuan membaca mendalam seperti yang diharapkan Schmidt?
DAVOS, KOMPAS.com - Saat data begitu melimpah di internet, informasi apapun tersedia dan bisa diperoleh dengan mudah. Namun, kecanggihan teknologi internet yang mengalami booming dalam satu dekade terakhir ini juga dikhawatirkan bisa berdampak buruk khususnya bagi anak-anak dan generasi mendatang.
Eric Schmidt, sebagai CEO Google, salah satu perusahaan internet terbesar, adalah salah satu orang yang juga mengkhawatirkannya. Hal tersebut diungkapkannya dalam World Economic Forum di Davos, Swiss belum lama ini.
Ia mengatakan anak-anak yang lahir dan tumbuh di era informasi instan seperti sekarang ini mungkin mengalami masalah untuk melakukan deep reading atau membaca secara mendalam. Menurutnya, informasi instan yang bisa didapat dari layar komputer bahkan ponsel mungkin bisa berpengaruh terhadap kognitif dan kemampuan membaca.
"Di saat seluruh dunia bisa dilihat dari perangkat instan seperti itu, Anda menghabiskan waktu lebih sedikit untuk membaca segala bentuk literatur, buku, majalah, dan sejenisnya," ujarnya, Jumat (29/1/2010) seperti dilansir AFP.
Meskipun demikian, Schmidt tak terlalu mengkhawatirkan dampak perangkat game bagi anak-anak. Bahkan, menurutnya, banyak bukti bahwa game bisa meningkatkan daya pikir, kemampuan mengambil keputusan, dan ketrampilan koordinasi mata dan tangan.
Kekhawatiran Schmidt tersebut mungkin dijawab dengan berkembangnya akses e-book dengan diluncurkannya Kindle, Sony e-Reader, dan terakhir iPad. Namun, bisakah e-book mendongkrak kemampuan membaca mendalam seperti yang diharapkan Schmidt?
"Internet" Masuk Nominasi Nobel Perdamaian
OSLO, KOMPAS.com — Setiap tahun, panitia Nobel menerima usulan nominasi penerima penghargaan Nobel sesuai bidang masing-masing. Selama ini, penerima hadiah Nobel tidak hanya seseorang atau kelompok orang, tetapi juga suatu lembaga.
Bahkan, tahun ini, internet sebagai sebuah teknologi pun dinominasikan untuk Nobel Perdamaian. Seperti dilansir majalah Wired terbitan Italia, usulan tersebut diajukan oleh Shirin Ebadi, penerima Nobel Perdamaian tahun 2003. Internet dianggap pantas mendapatkan Nobel karena sukses mempromosikan dialog dan demokrasi.
Saat ini, internet memang tengah mendapat sorotan dunia sejak Google menyatakan diri menghentikan sensor layanannya di China. Hal tersebut menyebabkan sedikit ketegangan hubungan antara China dan AS.
Internet harus bersaing dengan sejumlah nomine lainnya, antara lain dengan Liu Xiaobao, aktivis HAM yang belum lama dipenjara Pemerintah China yang diusulkan Kwame Anthony Appiah, profesor filsafat dari Universitas Princeton, AS. Pesaing lainnya adalah Svetlana Ganushkina, aktivis Rusia, dan organisasinya Memorial, yang diusulkan politikus Norwegia, Erna Solberg.
Nomine-nomine tersebut muncul pada hari terakhir pendaftaran nomine Nobel 2010 yang berakhir pada Selasa (2/2/2010). Selama sekitar 50 tahun, proses pemilihan nomine hadiah Nobel terjaga kerahasiaannya sehingga wajar sering muncul kejutan saat diumumkan. Namun, para nominator atau pengusul bebas mengatakannya.
Bahkan, tahun ini, internet sebagai sebuah teknologi pun dinominasikan untuk Nobel Perdamaian. Seperti dilansir majalah Wired terbitan Italia, usulan tersebut diajukan oleh Shirin Ebadi, penerima Nobel Perdamaian tahun 2003. Internet dianggap pantas mendapatkan Nobel karena sukses mempromosikan dialog dan demokrasi.
Saat ini, internet memang tengah mendapat sorotan dunia sejak Google menyatakan diri menghentikan sensor layanannya di China. Hal tersebut menyebabkan sedikit ketegangan hubungan antara China dan AS.
Internet harus bersaing dengan sejumlah nomine lainnya, antara lain dengan Liu Xiaobao, aktivis HAM yang belum lama dipenjara Pemerintah China yang diusulkan Kwame Anthony Appiah, profesor filsafat dari Universitas Princeton, AS. Pesaing lainnya adalah Svetlana Ganushkina, aktivis Rusia, dan organisasinya Memorial, yang diusulkan politikus Norwegia, Erna Solberg.
Nomine-nomine tersebut muncul pada hari terakhir pendaftaran nomine Nobel 2010 yang berakhir pada Selasa (2/2/2010). Selama sekitar 50 tahun, proses pemilihan nomine hadiah Nobel terjaga kerahasiaannya sehingga wajar sering muncul kejutan saat diumumkan. Namun, para nominator atau pengusul bebas mengatakannya.
Senin, 01 Februari 2010
Hati2 kejahatan via FB
FYI
ABG Jual Diri Lewat Facebook
Anak-anak tersebut masih duduk di bangku sekolah dengan umur rata-rata 15-16 tahun
http://nasional.vivanews.com/news/read/125740-abg_jual_diri_lewat_facebook
ABG Jual Diri Lewat Facebook
Anak-anak tersebut masih duduk di bangku sekolah dengan umur rata-rata 15-16 tahun
http://nasional.vivanews.com/news/read/125740-abg_jual_diri_lewat_facebook
Langganan:
Komentar (Atom)
tentang saya
- skyfromKayuPutih
- Blog ini telah bertransformasi dan fokus pada tulisan di bidang TIK, info akademik, pembahasan soal-soal dari matakuliah informatika