Sabtu, 25 Oktober 2008

KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA
 Oleh : Satria Dharma
 
 Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya
 menduduki peringkat
 pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa
 karena memang
 banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk
 kualitas pendidikan
 adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan
 ibukota Helsinki,
 dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan ini memang
 begitu luar
 biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.
 
 Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil
 survei
 internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh
 Organization for
 Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut
 dikenal dengan
 nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains,
 Membaca, dan juga
 Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara
 akademis tapi
 juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah
 mental.
 Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya
 cerdas.
 
 Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1
 dunia? Dalam
 masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih
 tinggi
 dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah
 dengan beberapa
 negara lainnya.
 
 Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah
 jam-jam belajar,
 memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara,
 atau
 memborbardir
 siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia
 mulai sekolah
 pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan
 negara-negara lain, yaitu
 pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih
 sedikit, yaitu
 hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking
 kedua setelah
 Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu
 
 Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak
 pada kualitas
 gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru
 dengan
 kualitas
 terbaik dengan pelatihan terbaik pula.. Profesi guru
 sendiri adalah
 profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka
 tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik
 biasanya justru
 mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan
 dan hanya 1
 dari
 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya
 ketimbang masuk
 ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan
 kedokteran!
 
 Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh
 siswa dengan
 kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan
 kualitas
 seadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan
 pendidikan dan
 pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika
 kemudian mereka
 dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula.
 
 Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan
 metode kelas
 apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka
 rancang sendiri,
 dan
 buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara
 lain percaya
 bahwa
 ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat
 penting bagi
 kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan
 testing
 itulah
 yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak
 testing membuat
 kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap
 seorang guru di
 Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak
 bisa diukur
 dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk
 mengetahui
 kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga
 lulusan
 melanjutkan
 ke perguruan tinggi.
 
 Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan
 sejak Pra-TK!
 Ini
 membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan
 mereka sendiri,
 kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso,
 Finlandia. Dan kalau
 mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru
 tidak harus
 selalu mengontrol mereka.
 
 Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan
 berusaha mencari
 sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih
 banyak jika
 mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita
 tidak
 belajar
 apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan
 oleh guru.
 Disini
 guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas
 Siltala, salah
 seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat
 santai dan
 fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan
 rasa tertekan
 dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.
 
 Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini
 juga yang
 membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA,
 sekolah-sekolah di
 Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang
 berprestasi baik dan
 yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.
 
 Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi
 sebagai
 kesempatan
 untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani
 masalah belajar
 dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap
 siswa dengan
 penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya:
 Pertama, masuk
 kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku,
 dlsb. Kalau
 mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan
 benar, yang
 penting mereka berusaha.
 
 Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan
 siswa mereka.
 Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah"
 pada siswa, maka hal
 tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka
 ini akan
 menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan
 melakukan
 kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka
 dengan nilai
 sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada
 sistem
 ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga
 terhadap dirinya
 masing-masing.
 
 Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada
 segelintir
 siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan
 sistem
 pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi
 guru yang
 tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan
 melalui
 tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar
 seorang siswa,
 kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres
 dengan
 pengajaran
 saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.
 
 Diambil dari : "Top of the Class" - Fergus
 Bordewich

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tentang saya

Foto saya
Blog ini telah bertransformasi dan fokus pada tulisan di bidang TIK, info akademik, pembahasan soal-soal dari matakuliah informatika