perkembangan IT yang luar biasa...
Kompas - 52 menit lalu
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Konferensi teknis terbesar Intel Corporation dibuka di San Fransisco, Senin (13/9/2010). Di tahun yang ke 13 ini, Intel Development Forum (IDF) mengulas mengenai teknologi di masa depan, dimana Intel akan mengembangkan arsitektur yang terhubung pada berbagai perangkat dan alat elektronik, seperti televisi atau mobil.
"Ketika dunia makin pintar, Intel pun mengalami transformasi. Bila dulu kami hanya fokus pada prosesor untuk komputer, kini segala barang bisa dihubungkan dengan teknologi. Dengan begitu, berbagai piranti akan makin pintar, makin kuat, dan makin berguna," ujar Presiden Intel Paul Otellini dalam pembukaan IDF di San Francisco.
Beberapa hal yang diperagakan dalam pembukaan itu adalah bagaimana teknologi masuk ke berbagai alat yang kita pakai sehari-hari. Intel misalnya mengembangkan prosesor untuk kamera yang memungkinkan kamera tersebut terhubung dengan internet dan database. Kamera tersebut bisa digunakan untuk mengidentifikasi lokasi seseorang. Pengguna tinggal memotret bangunan atau landmark di sekitarnya, dan komputer akan mencocokkan gambar tersebut dengan gambar-gambar lain yang tersimpan di database.
Dari situ, pengguna akan dikirimi data tentang lokasi dia berada, termasuk koordinat dan apa yang ada di sekitarnya. Data diambil dari gambar-gambar di google dan wikipedia.
Teknologi lain yang menarik adalah bagaimana kamera video bisa mengenali gerakan manusia dan mengubah tangan seseorang menjadi pelacak. Dengan teknologi ini, seseorang bisa mengendalikan komputer tanpa harus menyentuhnya. Cukup menggerakkan tangan dan tubuh, maka berbagai perintah di layar komputer bisa dilaksanakan. Teknologi ini mirip dengan cara orang menggunakan iPad, hanya saja pengguna tidak perlu menyentuh layarnya. Yang jelas teknologi yang acap tampil dalam film-film masa depan itu segera akan terwujud.
Melalui berbagai arsitektur yang memadukan kemampuan prosesor dengan berbagai alat ini, kelak motto "Intel Inside" bisa jadi tidak hanya berlaku bagi komputer, tapi juga pada berbagai benda lain. Dengan kata lain, prosesor masa depan mampu memberi kecerdasan pada barang-barang yang kita gunakan sehari-hari.
Blog ini sebagai suplemen informasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, program komputer, informasi untuk Pendidikan Tinggi. Selain itu mengutip dan mensharing dari berbagai sumber yang terkait.
Selasa, 14 September 2010
Misteri Doodle di Google
Tempo - Rabu, 8 September
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ada misteri di laman pencarian Google.com hari ini, terutama di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Ada "doodle" baru berupa bola-bola warna-warni yang bergerak dengan cepat. Apa artinya?
"Doodle" adalah istilah untuk menyebut simbol-simbol yang dipahat oleh Google di laman mesin pencarinya. Biasanya simbol-simbol tersebut bertalian dengan sebuah perayaan untuk liburan, penemuan, artis, kegiatan olahraga, dan sebagainya. Pertanyaannya adalah, apa artinya bola-bola itu?
Spekulasi pun bermunculan. Ada yang mengatakan itu ada kaitannya dengan penyambutan ulang tahun Google pada bulan ini.
Pernyataan resmi Google pun seakan melempar sebuah misteri ke publik. "Doodle hari ini adalah kecepatan, kegembiraan, dan interaktif, begitulah semestinya pencarian menurut kami."
Di laman Twitter-nya, Google juga mengatakan,"Doodle yang ceria hari ini. Mungkin ia gembira tentang pekan yang akan datang."
Jadi, apa yang akan terjadi di pekan yang akan datang? Selain spekulasi soal perayaan ulang tahun, ada juga yang menduga itu ada kaitannya dengan teknologi kode Internet baru yang akan mempercepat animasi. Ada pula yang menduga, simbol itu untuk memperingati dipancarkannya sinyal televisi untuk pertama kali.
DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ada misteri di laman pencarian Google.com hari ini, terutama di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Ada "doodle" baru berupa bola-bola warna-warni yang bergerak dengan cepat. Apa artinya?
"Doodle" adalah istilah untuk menyebut simbol-simbol yang dipahat oleh Google di laman mesin pencarinya. Biasanya simbol-simbol tersebut bertalian dengan sebuah perayaan untuk liburan, penemuan, artis, kegiatan olahraga, dan sebagainya. Pertanyaannya adalah, apa artinya bola-bola itu?
Spekulasi pun bermunculan. Ada yang mengatakan itu ada kaitannya dengan penyambutan ulang tahun Google pada bulan ini.
Pernyataan resmi Google pun seakan melempar sebuah misteri ke publik. "Doodle hari ini adalah kecepatan, kegembiraan, dan interaktif, begitulah semestinya pencarian menurut kami."
Di laman Twitter-nya, Google juga mengatakan,"Doodle yang ceria hari ini. Mungkin ia gembira tentang pekan yang akan datang."
Jadi, apa yang akan terjadi di pekan yang akan datang? Selain spekulasi soal perayaan ulang tahun, ada juga yang menduga itu ada kaitannya dengan teknologi kode Internet baru yang akan mempercepat animasi. Ada pula yang menduga, simbol itu untuk memperingati dipancarkannya sinyal televisi untuk pertama kali.
DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER
Rabu, 25 Agustus 2010
Meski Banyak Bug, IE6 Masih Banyak Dipakai
VIVAnews - Laporan State of the Web yang dilansir Zscaler, satu dari lima pengguna bisnis masih terus menjelajah dunia maya menggunakan Internet Explorer 6. Padahal, browser tersebut sudah berusia 9 tahun dan memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih rendah dibanding browser baru.
Perusahaan pengamat trafik internet tersebut menyebutkan, 20 persen kalangan bisnis tersebut tetap tidak mau mengupgrade browser mereka meski pengembang software tersebut, ataupun internet secara keseluruhan sudah mendesak untuk mengganti ataupun melakukan upgrade browser.
Seperti dikutip dari Information Week, 24 Agustus 2010, Zscaler mencatat bahwa penggunaan Internet Explorer 6 secara keseluruhan menurun. Akan tetapi, kenyataan bahwa banyaknya pengguna yang masih memakai browser lawas tersebut cukup mengkhawatirkan.
Pasalnya, di masa ketika browser semakin menjadi jalur utama serangan yang dilakukan oleh penjahat dunia maya, tetap bertahan memakai browser usang yang banyak celah yang tidak siap untuk menghadapi ancaman masa kini ataupun internet masa kini bukanlah keputusan yang aman.
Anda yang masih menggunakan Internet Explorer 6 disarankan untuk melakukan upgrade Internet Explorer Anda ke versi yang lebih baru. Atau menggunakan browser terbaru buatan produsen lainnya. (sj)
Perusahaan pengamat trafik internet tersebut menyebutkan, 20 persen kalangan bisnis tersebut tetap tidak mau mengupgrade browser mereka meski pengembang software tersebut, ataupun internet secara keseluruhan sudah mendesak untuk mengganti ataupun melakukan upgrade browser.
Seperti dikutip dari Information Week, 24 Agustus 2010, Zscaler mencatat bahwa penggunaan Internet Explorer 6 secara keseluruhan menurun. Akan tetapi, kenyataan bahwa banyaknya pengguna yang masih memakai browser lawas tersebut cukup mengkhawatirkan.
Pasalnya, di masa ketika browser semakin menjadi jalur utama serangan yang dilakukan oleh penjahat dunia maya, tetap bertahan memakai browser usang yang banyak celah yang tidak siap untuk menghadapi ancaman masa kini ataupun internet masa kini bukanlah keputusan yang aman.
Anda yang masih menggunakan Internet Explorer 6 disarankan untuk melakukan upgrade Internet Explorer Anda ke versi yang lebih baru. Atau menggunakan browser terbaru buatan produsen lainnya. (sj)
Tujuh Jenis Aplikasi Wajib Android
Kompas - Jumat, 20 AgustusKirimKirim via YMCetak
Tujuh Jenis Aplikasi Wajib Android
JAKARTA, KOMPAS.COM- Bagaimanapun ponsel Android, tanpa menambahkan aplikasi memang terasa kurang "nendang". Di Google Market Services (GMS) saja sudah tercatat lebih dari 100 ribu aplikasi. Sayang sekali jika Anda tak menjajal aplikasi yang begitu banyak ini.
Namun, tak semua aplikasi harus diunduh. Menurut majalah FORSEL ada tujuh jenis atau kategori aplikasi yang sifatnya "wajib" dimiliki. Ketujuh aplikasi tersebut antara lain;
Task Killer Banyak sekali aplikasi seperti ini, mulai dari yang gratis (biasanya disertai banner iklan) hingga berbayar. Aplikasi ini berguna untuk mematikan aplikasi yang berjalan di background dan menambah free memory agar ponsel tetap responsif. Aplikasinya antara lain: A Task Killer, Automatic Task Killer, Task Killer Pro.
File Manager dan Kompresi Berfungsi untuk mengatur isi memori eksternal, menghapus file atau aplikasi, menginstall aplikasi dari microSD dan sebagainya. Beberapa juga berguna untuk membuka file *.zip atau *.rar yang merupakan file kompresi ketika mengunduh dari internet. Aplikasinya antara lain: AndroZip File Manager, ASTRO File Manager, Open Manager.
BackUp dan Restore Tak perlu repot menghubungkan dengan PC/laptop. Dengan aplikasi yang tepat, data yang ada pada ponsel bisa di-backup atau restore dengan mudah ke server empunya aplikasi atau ke microSD. Aplikasinya antara lain: Titanium Backup, SMS Backup & Restore, Mobile Backup II.
Manajemen Data Jika tidak beruntung menggunakan paket jaringan internet unlimited atau koneksi Wi-Fi non-stop gunakan aplikasi manajemen data. anda bisa mengatur kapan saja dengan aplikasi ini. Aplikasinya antara lain: Toggle Data Widget, APNdroid, Data On/Off.
Tethering Fitur yang baru tersedia secara langsung di v2.2 FroYo. Namun untuk USB Tether sudah bisa dilakukan dengan aplikasi. Beberapa vendor seperti HTC, Huawei, dan Nexian sudah memberikan fitur ini langsung di ponselnya. Aplikasinya antara lain: Easy Tether Lite, Barnacle Wifi Tether (root only), Wireless Tether (for root users).
Power Control Widgets Aplikasi ini untuk mengatur menu seperti WiFi, Bluetooth, brightness, dan sebagainya. Biasanya aplikasi seperti ini tersedia langsung di dalam ponsel. Jika tidak, Anda bisa mengunduh widget yang berhubungan satu-persatu atau yang berupa paket. Aplikasinya antara lain: Power Control Plus (harga 1.99 dollar), Widget by Curve Fish, Widget by DroidMania.
Fotografi Fungsi kamera di OS Android, apalagi di bawah v2.1 Eclairs, memang kurang banyak. Beberapa vendor seperti Sony Ericsson memang memberikan update sendiri untuk peningkatan fitur kameranya. Aplikasinya antara lain: Camera ZoomFX (harga 4,51 dollar), FxCamera, Retro Camera.
Sekarang silakan unduh agar ponsel Android Anda lebih berdayaguna. Jika ingin lebih paham silakan baca majalah FORSEL edisi September 2010. (ANDRY/FORSEL)
Tujuh Jenis Aplikasi Wajib Android
JAKARTA, KOMPAS.COM- Bagaimanapun ponsel Android, tanpa menambahkan aplikasi memang terasa kurang "nendang". Di Google Market Services (GMS) saja sudah tercatat lebih dari 100 ribu aplikasi. Sayang sekali jika Anda tak menjajal aplikasi yang begitu banyak ini.
Namun, tak semua aplikasi harus diunduh. Menurut majalah FORSEL ada tujuh jenis atau kategori aplikasi yang sifatnya "wajib" dimiliki. Ketujuh aplikasi tersebut antara lain;
Task Killer Banyak sekali aplikasi seperti ini, mulai dari yang gratis (biasanya disertai banner iklan) hingga berbayar. Aplikasi ini berguna untuk mematikan aplikasi yang berjalan di background dan menambah free memory agar ponsel tetap responsif. Aplikasinya antara lain: A Task Killer, Automatic Task Killer, Task Killer Pro.
File Manager dan Kompresi Berfungsi untuk mengatur isi memori eksternal, menghapus file atau aplikasi, menginstall aplikasi dari microSD dan sebagainya. Beberapa juga berguna untuk membuka file *.zip atau *.rar yang merupakan file kompresi ketika mengunduh dari internet. Aplikasinya antara lain: AndroZip File Manager, ASTRO File Manager, Open Manager.
BackUp dan Restore Tak perlu repot menghubungkan dengan PC/laptop. Dengan aplikasi yang tepat, data yang ada pada ponsel bisa di-backup atau restore dengan mudah ke server empunya aplikasi atau ke microSD. Aplikasinya antara lain: Titanium Backup, SMS Backup & Restore, Mobile Backup II.
Manajemen Data Jika tidak beruntung menggunakan paket jaringan internet unlimited atau koneksi Wi-Fi non-stop gunakan aplikasi manajemen data. anda bisa mengatur kapan saja dengan aplikasi ini. Aplikasinya antara lain: Toggle Data Widget, APNdroid, Data On/Off.
Tethering Fitur yang baru tersedia secara langsung di v2.2 FroYo. Namun untuk USB Tether sudah bisa dilakukan dengan aplikasi. Beberapa vendor seperti HTC, Huawei, dan Nexian sudah memberikan fitur ini langsung di ponselnya. Aplikasinya antara lain: Easy Tether Lite, Barnacle Wifi Tether (root only), Wireless Tether (for root users).
Power Control Widgets Aplikasi ini untuk mengatur menu seperti WiFi, Bluetooth, brightness, dan sebagainya. Biasanya aplikasi seperti ini tersedia langsung di dalam ponsel. Jika tidak, Anda bisa mengunduh widget yang berhubungan satu-persatu atau yang berupa paket. Aplikasinya antara lain: Power Control Plus (harga 1.99 dollar), Widget by Curve Fish, Widget by DroidMania.
Fotografi Fungsi kamera di OS Android, apalagi di bawah v2.1 Eclairs, memang kurang banyak. Beberapa vendor seperti Sony Ericsson memang memberikan update sendiri untuk peningkatan fitur kameranya. Aplikasinya antara lain: Camera ZoomFX (harga 4,51 dollar), FxCamera, Retro Camera.
Sekarang silakan unduh agar ponsel Android Anda lebih berdayaguna. Jika ingin lebih paham silakan baca majalah FORSEL edisi September 2010. (ANDRY/FORSEL)
Seribu Satu Cara Blokir Konten Porno
Tempo - Sabtu, 21 AgustusKirimKirim via YMCetak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Heboh soal saring-menyaring konten pornografi di Internet kembali menjadi topik hangat beberapa pekan belakangan ini. Sejatinya kini sudah banyak teknologi, aplikasi, atau tools yang bisa dipakai pengguna untuk menyaring sejumlah konten berdampak negatif yang tersebar melalui ranah maya.
Penyaringan atau pemblokiran konten negatif juga dapat dilakukan dalam beberapa metode. Penyaringan bisa dilakukan dari laptop atau desktop milik penggunanya; melalui jaringan lokal di kantor-kantor, sekolah, atau warnet; atau langsung dari hulunya, yakni penyelenggara jasa Internet (Internet service provider).
Pengguna juga bisa mengunduh aplikasi penyaringan konten porno dari Internet. Jika dicari lewat mesin pencari Google, akan muncul sederet nama aplikasi atau teknologi penyaringan tersebut. Sebut saja NetNanny, Cyber Patrol, SurfWatch, CYBERsitter, Program Naomi, dan K9 Web Protection.
Asosiasi Warung Internet (Awari) beberapa waktu lalu juga menggagas proyek DNS Nawala (Nawala Project), yakni sebuah layanan sistem penyaringan berdasarkan nama domain (domain name system). Layanan ini didukung berbagai pihak, tak hanya pelaku bisnis warnet, tapi juga Kementerian Komunikasi dan Informatika serta PT Telkom sebagai badan usaha milik negara penyedia jasa layanan Internet di Indonesia.
Tools yang dimiliki DNS Nawala secara spesifik akan menyaring segala jenis konten negatif, seperti pornografi, perjudian, situs phising (penyesatan), serta situs yang mengandung Malware (software berbahaya). Akhir pekan lalu, iTempo sempat berbincang dengan salah satu penggiat proyek DNS Nawala, Irwin Day.
Irwin, yang juga menjabat Ketua Umum Awari, menjabarkan beberapa teknologi atau metode penyaringan yang bisa dilakukan. "Pada dasarnya penyaringan bisa dilakukan dari mana pun, dari hulu atau hilir saja atau dari hulu ke hilir," katanya. Inilah beberapa metode penyaringan tersebut:
* Pemblokiran di laptop atau komputer
Penyaringan di laptop atau desktop pengguna ini tergolong cara yang paling mudah. Aplikasi atau teknologinya pun bisa dicari dan diunduh dengan mengetikkan kata kunci "Internet filter software" atau "content filtering software". Pengguna bisa melihat daftarnya di wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Content-control_software).
Aplikasi-aplikasi ini ada yang dijual, ada pula yang gratis. Fitur-fitur yang disediakan juga berbeda-beda. Meski difokuskan untuk menyaring konten pornografi dari anak-anak, penyaringan tergantung norma budaya di negara masing-masing. Seperti yang disebut pornografi legal. Dengan pengaturan di laptop atau komputer pribadi, bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
* Pemblokiran di jaringan lokal
Penyaringan atau pemblokiran di jaringan lokal, seperti di kantor, rumah, atau warnet, umumnya menggunakan teknologi Proxy. Teknologi ini sering digunakan oleh administrator seperti Squid Guard dan Danguardian. Menurut Irwin, Proxy cukup efektif apalagi jika diset sebagai Transparent Proxy. Sayangnya, jumlah database yang dimasukkan ke Proxy terbatas. Dalam uji coba di warnet ketika mencapai 500 ribu situs, koneksi akan terganggu dan terjadi delay.
Proxy juga mengubah source IP address dari pengguna, dan sering bermasalah ketika mengakses beberapa situs. Misalnya Danguardian menggunakan penyaringan kata kunci sehingga administrator harus rajin merawat daftar situs yang tidak diblok meski sudah ada kata kunci.
Penggunaan Proxy tidak akan bermasalah sepanjang jumlah penggunanya terbatas. Namun, jika di tingkat penyelenggara jasa Internet, kesalahan penyaringan yang ditimbulkan itu bisa mengganggu pengguna.
* Pemblokiran di penyedia jasa Internet
Pemblokiran di sisi penyedia jasa Internet (ISP) harus mempertimbangkan efek yang terjadi pada kinerja jaringan. Pertimbangan lainnya adalah biaya pengguna, efektivitas, kemudahan implementasi, dan sosialisasinya. Sebab, jika terjadi kesalahan, akan berakibat salah blokir terhadap situs yang tidak masuk daftar hitam.
Irwin merekomendasikan tiga teknologi yang bisa digunakan di sisi penyedia jasa Internet ini, yakni DNS Poisoning, Pass By Filter Appliance, dan BGP Filtering. Berbeda dengan dua metode lainnya, biaya operasional penyaringan pada metode ini adalah yang terbesar karena penggunanya bisa lebih banyak.
Dan biaya itu dikeluarkan oleh penyedia jasa Internet. Meski berbiaya besar, dengan cara penyaringan dari hulu ini, sistem dapat selalu terbarui dan lebih efektif saat menyaring konten yang diinginkan.
DIAN YULIASTUTI | BERBAGAI SUMBER
TEMPO Interaktif, Jakarta - Heboh soal saring-menyaring konten pornografi di Internet kembali menjadi topik hangat beberapa pekan belakangan ini. Sejatinya kini sudah banyak teknologi, aplikasi, atau tools yang bisa dipakai pengguna untuk menyaring sejumlah konten berdampak negatif yang tersebar melalui ranah maya.
Penyaringan atau pemblokiran konten negatif juga dapat dilakukan dalam beberapa metode. Penyaringan bisa dilakukan dari laptop atau desktop milik penggunanya; melalui jaringan lokal di kantor-kantor, sekolah, atau warnet; atau langsung dari hulunya, yakni penyelenggara jasa Internet (Internet service provider).
Pengguna juga bisa mengunduh aplikasi penyaringan konten porno dari Internet. Jika dicari lewat mesin pencari Google, akan muncul sederet nama aplikasi atau teknologi penyaringan tersebut. Sebut saja NetNanny, Cyber Patrol, SurfWatch, CYBERsitter, Program Naomi, dan K9 Web Protection.
Asosiasi Warung Internet (Awari) beberapa waktu lalu juga menggagas proyek DNS Nawala (Nawala Project), yakni sebuah layanan sistem penyaringan berdasarkan nama domain (domain name system). Layanan ini didukung berbagai pihak, tak hanya pelaku bisnis warnet, tapi juga Kementerian Komunikasi dan Informatika serta PT Telkom sebagai badan usaha milik negara penyedia jasa layanan Internet di Indonesia.
Tools yang dimiliki DNS Nawala secara spesifik akan menyaring segala jenis konten negatif, seperti pornografi, perjudian, situs phising (penyesatan), serta situs yang mengandung Malware (software berbahaya). Akhir pekan lalu, iTempo sempat berbincang dengan salah satu penggiat proyek DNS Nawala, Irwin Day.
Irwin, yang juga menjabat Ketua Umum Awari, menjabarkan beberapa teknologi atau metode penyaringan yang bisa dilakukan. "Pada dasarnya penyaringan bisa dilakukan dari mana pun, dari hulu atau hilir saja atau dari hulu ke hilir," katanya. Inilah beberapa metode penyaringan tersebut:
* Pemblokiran di laptop atau komputer
Penyaringan di laptop atau desktop pengguna ini tergolong cara yang paling mudah. Aplikasi atau teknologinya pun bisa dicari dan diunduh dengan mengetikkan kata kunci "Internet filter software" atau "content filtering software". Pengguna bisa melihat daftarnya di wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Content-control_software).
Aplikasi-aplikasi ini ada yang dijual, ada pula yang gratis. Fitur-fitur yang disediakan juga berbeda-beda. Meski difokuskan untuk menyaring konten pornografi dari anak-anak, penyaringan tergantung norma budaya di negara masing-masing. Seperti yang disebut pornografi legal. Dengan pengaturan di laptop atau komputer pribadi, bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
* Pemblokiran di jaringan lokal
Penyaringan atau pemblokiran di jaringan lokal, seperti di kantor, rumah, atau warnet, umumnya menggunakan teknologi Proxy. Teknologi ini sering digunakan oleh administrator seperti Squid Guard dan Danguardian. Menurut Irwin, Proxy cukup efektif apalagi jika diset sebagai Transparent Proxy. Sayangnya, jumlah database yang dimasukkan ke Proxy terbatas. Dalam uji coba di warnet ketika mencapai 500 ribu situs, koneksi akan terganggu dan terjadi delay.
Proxy juga mengubah source IP address dari pengguna, dan sering bermasalah ketika mengakses beberapa situs. Misalnya Danguardian menggunakan penyaringan kata kunci sehingga administrator harus rajin merawat daftar situs yang tidak diblok meski sudah ada kata kunci.
Penggunaan Proxy tidak akan bermasalah sepanjang jumlah penggunanya terbatas. Namun, jika di tingkat penyelenggara jasa Internet, kesalahan penyaringan yang ditimbulkan itu bisa mengganggu pengguna.
* Pemblokiran di penyedia jasa Internet
Pemblokiran di sisi penyedia jasa Internet (ISP) harus mempertimbangkan efek yang terjadi pada kinerja jaringan. Pertimbangan lainnya adalah biaya pengguna, efektivitas, kemudahan implementasi, dan sosialisasinya. Sebab, jika terjadi kesalahan, akan berakibat salah blokir terhadap situs yang tidak masuk daftar hitam.
Irwin merekomendasikan tiga teknologi yang bisa digunakan di sisi penyedia jasa Internet ini, yakni DNS Poisoning, Pass By Filter Appliance, dan BGP Filtering. Berbeda dengan dua metode lainnya, biaya operasional penyaringan pada metode ini adalah yang terbesar karena penggunanya bisa lebih banyak.
Dan biaya itu dikeluarkan oleh penyedia jasa Internet. Meski berbiaya besar, dengan cara penyaringan dari hulu ini, sistem dapat selalu terbarui dan lebih efektif saat menyaring konten yang diinginkan.
DIAN YULIASTUTI | BERBAGAI SUMBER
Software Pengenal Wajah Mulai Disebarluaskan
Tempo - Senin, 23 AgustusKirimKirim via YMCetak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Software pengenal wajah kini sudah disebarluaskan untuk menanggapi maraknya pembajakan dan pencurian identitas seseorang melalui dunia maya. Software ini dapat diinstal ke komputer dan mampu mengidentifikasi wajah.
Program tersebut bekerja dengan memindai posisi mata, hidung dan mulut dan diklaim sangat akurat. Face.com, yang menciptakan software tersebut mengatakan lebih dari 5.000 pengembang sudah menggunakan perangkat lunak tersebut.
"Dengan software ini, Anda dapat mencari siapapun melalui wajah mereka, baik itu di Flickr, koran, atau video di YouTube," kata CEO Face.com, Gil Hirsch. Sebelumnya software pengenal wajah ini memang tak lazim digunakan untuk khalayak luas karena menjadi domain organisasi pemerintah atau di dalam platform jejaring sosial.
Telegraph|Rini K|
TEMPO Interaktif, Jakarta - Software pengenal wajah kini sudah disebarluaskan untuk menanggapi maraknya pembajakan dan pencurian identitas seseorang melalui dunia maya. Software ini dapat diinstal ke komputer dan mampu mengidentifikasi wajah.
Program tersebut bekerja dengan memindai posisi mata, hidung dan mulut dan diklaim sangat akurat. Face.com, yang menciptakan software tersebut mengatakan lebih dari 5.000 pengembang sudah menggunakan perangkat lunak tersebut.
"Dengan software ini, Anda dapat mencari siapapun melalui wajah mereka, baik itu di Flickr, koran, atau video di YouTube," kata CEO Face.com, Gil Hirsch. Sebelumnya software pengenal wajah ini memang tak lazim digunakan untuk khalayak luas karena menjadi domain organisasi pemerintah atau di dalam platform jejaring sosial.
Telegraph|Rini K|
Kamis, 24 Juni 2010
Artikel Facebook
Privasi Di Facebook Tak Gratis
Tempo - Rabu, 23 Juni
TEMPO Interaktif, California - Jika Facebook seolah-olah enggan memperbaiki layanan privasi penggunanya, itu mungkin disebabkan situs jejaring sosial tersebut ingin para pelanggan membayar jasa mereka.
CEO MyLife.com, Jeff Tinsley mengatakan jika para pengguna Facebook benar-benar ingin perusahaan itu melindungi data pribadi, maka Anda harus membayar untuk mendapatkan hak istimewa tersebut.
"Jika Anda adalah pelanggan yang membayar, maka Facebook akan mengecualikan informasi pribadi Anda," kata Tinsley. Menurut dia, perusahaan pengelola situs jejaring itu selama ini hidup dari iklan. Oleh karenanya, ketika iklan membutuhkan data penggunanya untuk memasarkan suatu produk atau layanan, Facebook tak dapat menolaknya.
Jadi, jangan heran ketika Facebook seperti mengabaikan kritik dari beberapa kelompok pemerhati Facebook, seperti ACLU, Electronic Frontier Foundation, dan Privacy Rights Clearinghouse yang menyatakan Facebook masih setengah hati dalam melindungi informasi pribadi penggunanya melalui surat terbuka pekan lalu.
Menurut Tinsley, situs yang dibuat Mark Zuckerberg ini mengalami dilema antara pengguna dengan pengiklan. "Karena pendapatannya hanya bergantung pada iklan dan itu menempatkannya dalam konflik dengan pengguna," katanya.
Tapi berapa besarnya biaya yang dikeluarkan supaya mendapatkan hak istimewa itu? Tinsley mengaku belum mengkalkulasinya. Lalu, apakah Anda bersedia membayar untuk Facebook?
PC World|Rini K
Tempo - Rabu, 23 Juni
TEMPO Interaktif, California - Jika Facebook seolah-olah enggan memperbaiki layanan privasi penggunanya, itu mungkin disebabkan situs jejaring sosial tersebut ingin para pelanggan membayar jasa mereka.
CEO MyLife.com, Jeff Tinsley mengatakan jika para pengguna Facebook benar-benar ingin perusahaan itu melindungi data pribadi, maka Anda harus membayar untuk mendapatkan hak istimewa tersebut.
"Jika Anda adalah pelanggan yang membayar, maka Facebook akan mengecualikan informasi pribadi Anda," kata Tinsley. Menurut dia, perusahaan pengelola situs jejaring itu selama ini hidup dari iklan. Oleh karenanya, ketika iklan membutuhkan data penggunanya untuk memasarkan suatu produk atau layanan, Facebook tak dapat menolaknya.
Jadi, jangan heran ketika Facebook seperti mengabaikan kritik dari beberapa kelompok pemerhati Facebook, seperti ACLU, Electronic Frontier Foundation, dan Privacy Rights Clearinghouse yang menyatakan Facebook masih setengah hati dalam melindungi informasi pribadi penggunanya melalui surat terbuka pekan lalu.
Menurut Tinsley, situs yang dibuat Mark Zuckerberg ini mengalami dilema antara pengguna dengan pengiklan. "Karena pendapatannya hanya bergantung pada iklan dan itu menempatkannya dalam konflik dengan pengguna," katanya.
Tapi berapa besarnya biaya yang dikeluarkan supaya mendapatkan hak istimewa itu? Tinsley mengaku belum mengkalkulasinya. Lalu, apakah Anda bersedia membayar untuk Facebook?
PC World|Rini K
Langganan:
Komentar (Atom)
tentang saya
- skyfromKayuPutih
- Blog ini telah bertransformasi dan fokus pada tulisan di bidang TIK, info akademik, pembahasan soal-soal dari matakuliah informatika